beritaEl-Mufiq

Dr. Syekh Muhammad bin Suud Al-Jidhi Terangkan Urgensi Ilmu Bahasa Dalam Disiplin Ilmu Fiqih

Dr. Syekh Muhammad bin Suud Al-Jidhi Terangkan Urgensi Ilmu Bahasa Dalam Disiplin Ilmu FiqihDr. Syekh Muhammad bin Suud Al-Jidhi Terangkan Urgensi Ilmu Bahasa Dalam Disiplin Ilmu Fiqih
0

Bangil, Dalwa Berita – El-Mufiq Dalwa mengadakan Munaqosyah Ilmiah dengan tema “Korelasi ilmu Fiqih dengan bahasa Arab dan pentingnya bahasa Arab bagi seorang faqih bersama guru kehormatan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Dr. Syekh Muhammad bin Suud al-Jidhi asal Yaman, yang berlangsung di Maktabah Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki pada Jumat (9/1/2026).

Acara dilaksanakan dengan tujuan menambahkan pengetahuan dan menghidupkan suasana diskusi ilmiah di pondok pesantren Dalwa.

“Yang pertama, hal ini untuk menghidupkan suasan ilmiah, yang kedua adalah tahqiqul masalah (meneliti masalah) yang ada diluar pondok pesantren,” Jelas Ust. Iqbal.

Dalam pemaparannya, Syekh Muhammad Suud menyampaikan bahwa ilmu bahasa arab sangat penting dimiliki oleh setiap para ulama, khususnya bagi para fuqoha.

“Tema ini penting, dan banyak di abaikan oleh orang yang berkecimpung di dalam ilmu Fiqih, ujar beliau dengan bahasa arab.

Beliau juga menyampaikan peranan penting pendalaman ilmu bahasa Arab teruntuk para penuntut ilmu, sebelum mereka mengenal dan mendalami ilmu-ilmu yang lain.

Beliau juga menegaskan bahwa seorang ulama tidak bisa dikatakan seorang ulama, jikalau tidak dapat memahami dan pandai dalam ilmu bahasa.

Ilmu gramatika bahasa Arab seperti Nahwu, I’rob, dan lain sebagainya, sangat dibutuhkan oleh seorang ulama dalam menyampaikan ilmu, dan menuangkannya disebuah tulisan.

Beliau menukil perkataan ulama yang berbunyi, “An-Nahwu ummul ulum” yang berarti “Ilmu Nahwu ialah induk dari berbagai ilmu”. Begitu juga I’rob, yang merupakan disiplin ilmu yang sangat berperan dalam mengetahui inti sebuah tulisan.

Di akhir penyampaian, beliau menjelaskan tentang peranan penting ilmu bahasa dalam pengambilan hukum, juga dalam mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan oleh para ulama. Maka hal ini menjadi poin penting bagi santri untuk meperdalam ilmu bahasa, sebelum berkecimpung ilmu lain.

Beliau pernah dinasehati oleh gurunya, “Kun fil fiqh ka as-safinah, wa kun fi an-nahwi ka alfiyah”, yang maksudnya tinggikan ilmu bahasa terlebih dahulu sebelum ilmu Fiqih.

Melalui acara ini, pengurus Maktabah berharap para santri dapat menjadikan ini sebagai ladang ilmu.

“Harapannya sangat jelas, ingin menghidupkan semangat keilmuan di pondok pesanteren ini, khususnya bagi para santri,” jelas beliau kepada Crew Dalwa Berita.

(Dhimas/red)

 

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Grup Nasyid Ar-Ridwan Sukses Hibur Para Santri, Syekh Yasin Sampaikan Kesan Mendalam

Previous article

Israr Ka’bah Menggelar Peringatan Haul Abah Guru Sekumpul Yang Ke- XXI

Next article

Comments

Leave a reply