beritaEvent PondokWawancara

Wisudawan Syubbanul Ahbab: Kebahagiaan Pemuda Asal Jambi Meski Tanpa Kehadiran Orang Tua

0

Bangil, Dalwa Berita – Malam indah, terpandang hamparan barisan memanjang di atas karpet merah. Barisan dipimpin langsung oleh pengasuh hingga para dewan guru Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah. Raut bahagia terpancar di wajah-wajah para wisudawan Haflah Takharruj angkatan-40 Syubbanul Ahbab” Malam hari ini bangga banget pastinya,” ucap salah satu wisudawan.

Bertahun-tahun, bahkan hingga belasan tahun mereka berjuang demi satu tujuan, menjadi insan penyambung lisan Rasulullah SAW.

Namun, di antara ratusan wisudawan terdapat santri tangguh dalam momen berharga itu. Arjuan Arda Bili, pemuda asal Jambi itu merasa bangga disertai isak haru yang menyelimutinya. Ia membuktikan tanpa kehadiran orang tua, kebahagiaan tetap bisa ia rasakan bersama teman-temannya.” Bangga banget pastinya walaupun orang tua tidak bisa hadir, tapi doa-doanya selalu menyertai kita,” ujarnya.

Keterbatasan Ekonomi Orang Tua

Faktor pekerjaan dan jauhnya jarak antara rumah dan pondok adalah jawaban dari orang tuanya yang tidak dapat hadir. Ayah Arjuan yang bekerja sebagai pembuat tempe menjadikan sosok Arjuan tidak pernah menyerah dengan usaha-usahanya. Kedewasaannya terlihat dari kemampuannya memahami kondisi keluarganya. “Maka kita sedang merasa berat kalok mereka hadir, kita sebagai anaknya tau kerja keras beliau”

Ayah Arjuan adalah pahlawan yang hadir di tengah-tengah keluarga. Bukan karena kekuatan super, melainkan karena jiwa juangnya yang teguh untuk menyekolahkan anak-anaknya. Dari penghasilan sederhana sebagai pembuat tempe, ia mampu menghantarkan Arjuan hingga ke pondok di luar pulau.

TETESAN KERINGAT MENJADI PENGINGAT

Di sinilah alasan terkuat ia bertahan hingga menyelesaikan masa studi aliyahnya. “Tetesan keringat beliau itu sudah membuat kita sadar bahwasanya harus melanjutkan apa yang harus di selesaikan.”

SECERAH HARAPAN DAN DOA

Walaupun Arjuan tidak bisa merasakan pelukan hangat orang tua saat wisuda, semangatnya menjadi alasan dirinya untuk bertahan sampai sekarang. Ia juga berharap tidak sampai disini saja perjuangan Arjuan. “Semoga saya masih bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tuanya dan Mas Iman, sosok yang selalu baik dan mendukung sehingga membuatnya bangga.

AKHLAKUL KARIMAH

Arjuan sudah membuktikan kepada guru-gurunya di akhir masa studinya. Ia menyadari bahwa tidak semua hal harus dipaksakan, terutama dengan memahami keterbatasan kondisi orang tuanya. Meski demikian, ia tetap mampu menutup masa aliyahnya dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

Assoc. Prof. Dr. Abuya Al-Habib Segaf Baharun, M.H.I., selaku rektor UII Dalwa menyampaikan dalam sambutannya bahwa tidak ada hal yang lebih membanggakan bagi pengasuh selain akhlakul karimah.

”Kami tidak merasa bangga alumni yang terkenal akan namanya, besar pondoknya dan lain-lain, akan tetapi kami merasa bangga jika alumni memiliki akhlakul karimah,” ujarnya, mengutip pernyataan pengasuh Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, Abuya Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun.

(Dimas/red)

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Habib Ali Baharun Launching Kitab Baru: Tebar Ilmu dan Manfaat kepada Sesama

Previous article

Dalwa Book Party, Dongkrak literasi Santri

Next article

Comments

Leave a reply