Bangil, Dalwa Berita– Bangunan yang dahulu menjadi pusat kepengurusan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah kini hadir dengan wajah berbeda. Sejak kepengurusan berpindah ke Mabna Abuya Hasan Baharun, bangunan di depan masjid itu bertransformasi menjadi taman baca yang terus disempurnakan sebagai ruang untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan santri.
Di balik perubahan fungsi bangunan tersebut, tersimpan gagasan yang telah dipersiapkan sejak awal. Dalam wawancara pada Kamis siang (2/7/2026) di lantai 2 kediaman Abuya Zain, arsitek pembangunan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, Habib Ahmad Baagil, menjelaskan konsep, fungsi, serta fasilitas yang dihadirkan untuk mendukung budaya literasi di lingkungan pesantren.
Taman baca ini berada area Ponpes Dalwa Pusat Putra tepatnya di sisi timur Masjid Baitul Ghoffar dan berada persis di samping Dalwa Mall.
Berdiri di atas lahan seluas 800 meter persegi dengan ukuran 40 x 20 meter, taman baca itu dirancang sebagai ruang yang memadukan kenyamanan, estetika, dan fungsi. Beragam fasilitas dihadirkan untuk mendukung aktivitas membaca, berdiskusi, hingga belajar secara mandiri.
Awal Mula Gagasan Taman Baca
Habib Ahmad menjelaskan bahwa proyek yang tengah dikerjakan tidak hanya taman baca, tetapi juga pelebaran Mall Dalwa yang berada di sisi selatan bangunan tersebut. Atas arahan Abuya, beliau merancang konsep pembangunan dengan mengadaptasi berbagai referensi arsitektur dari sejumlah negara.
“Awal inspirasinya memang dari Abuya ya. Abuya berharap ini jadi taman baca santri. [Abuya berkata] ‘Coba dibuat konsep, bib.’ yang kedua beliau minta mall ini dihadapkan ke dalam [menghadap ke area] santri,” jelas Habib Ahmad.
Alasan lain yang melatarbelakangi pembangunan taman baca adalah keinginan Abuya menghadirkan ruang khusus bagi para santri agar aktivitas belajar, membaca, dan berdiskusi dapat berlangsung lebih tertata.
“Konsep dasar dulu itu, pertama pengembangan atas mading yang ada di sananya kecil, kemudian kita kembangkan menjadi taman baca yang sebegitu luas dan mewah,” ungkap beliau.
Fasilitas Penunjang Kebutuhan Santri
Tak sekadar menjadi tempat membaca, taman baca ini dirancang sebagai ruang yang mendukung berbagai kebutuhan santri. Beragam fasilitas disediakan untuk menunjang aktivitas belajar, mencari referensi, hingga memperluas wawasan. Di antaranya:
1. Beragam Area Duduk
Kenyamanan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam perancangan taman baca ini. Belasan area duduk tersebar di berbagai sudut, mulai dari kursi panjang, bangku berbentuk balok, kursi taman di area terbuka, hingga bangku berbahan marmer. Penataannya memberi keleluasaan bagi santri untuk membaca, berdiskusi, atau sekadar menikmati suasana yang tenang.
- Cafetaria
Berbeda dengan kebanyakan taman baca, kawasan ini juga dilengkapi sebuah cafetaria. Fasilitas yang lazim dijumpai di lingkungan kampus, perkantoran atau rumah sakit tersebut dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan santri selama berada di area taman baca. Didukung dua unit kontainer yang difungsikan sebagai area layanan, cafetaria ini menyediakan beragam makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau.
Pembangunan cafetaria bertujuan menata aktivitas jual beli di lingkungan pesantren agar berlangsung lebih tertib, sekaligus menciptakan kawasan yang lebih rapi dan nyaman bagi para santri.
- Digital Smart Board dan OPAC (Online Public Access Catalog)
Taman baca ini juga dilengkapi empat unit digital smart board yang dapat dimanfaatkan santri untuk mengakses berbagai informasi dan referensi dari luar lingkungan pesantren.
“Secara induk iya pengawasan Habib Ali, tapi untuk pengoprasian nanti mungkin melibatkan Dalwa Berita, karena disini kan isinya berita semua,” ungkap beliau.
Selain itu, taman baca juga menyediakan OPAC (Online Public Access Catalog) yang memudahkan santri menelusuri koleksi perpustakaan secara digital. Fasilitas yang tersedia pada dua titik layanan tersebut juga memberikan akses ke Maktabah Syamilah serta informasi mengenai sejarah Dalwa sebagai tambahan referensi bagi para santri. Seluruh fasilitas tersebut digunakan di bawah pengawasan pengelola taman baca.
- Mading
Selain menghadirkan fasilitas digital, taman baca juga menyediakan mading sebagai media informasi tertulis untuk meningkatkan kreativitas dan budaya literasi santri. Mading tersebut dikelola oleh berbagai unit di lingkungan pesantren, di antaranya Dalwa Berita yang menyajikan informasi dari dalam maupun luar pesantren, Ar-Risalah yang menjadi wadah kreativitas santri di bidang seni rupa, serta Divisi Pengembangan Bahasa Arab yang memuat berbagai materi dan informasi untuk menunjang kemampuan berbahasa Arab santri.
- Kipas Raksasa
Salah satu fasilitas yang mencuri perhatian adalah kipas berukuran besar yang terpasang di area taman baca. Kipas tipe HVLS (High Volume Low Speed) tersebut diimpor dari China dan, menurut Habib Ahmad, terinspirasi setelah pengasuh menghadiri sebuah pameran di Jakarta. Selain memberikan sirkulasi udara yang merata sehingga suasana tetap sejuk, aliran udara yang dihasilkan juga disebut membantu mengurangi gangguan serangga di area taman baca.
- Bolard, Penjaga Area Taman Baca
Bolard dipasang sebagai pembatas antara kawasan taman baca dan area di sekitarnya. Kehadirannya bertujuan menjaga area baca tetap steril dari kendaraan maupun aktivitas lain yang tidak berkaitan dengan kegiatan literasi. Selain itu, pembatas tersebut juga melindungi lantai marmer agar tidak cepat mengalami kerusakan akibat lalu lintas kendaraan.
“Jadi anak-anak diharapkan gak boleh main bola disitu,” ujar Habib Ahmad sambil menunjuk area tersebut dari balkon lantai dua kediaman Abuya Zain.
- Lampu Taman
Ketika malam mulai tiba, deretan lampu taman perlahan menerangi setiap sudut kawasan. Cahaya yang hangat tidak hanya membantu santri tetap nyaman membaca pada malam hari, tetapi juga menghadirkan suasana yang tenang dan menambah keindahan taman baca.
- Area Khusus Tamu Kehormatan
Di sisi luar lantai dua, sebuah area khusus disiapkan untuk menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke Dalwa. Dengan pemandangan yang terbuka dan suasana yang tenang, tempat tersebut dirancang sebagai ruang untuk menerima tamu sekaligus memberikan pengalaman yang berbeda saat menikmati kawasan taman baca.
“Di lantai dua tidak cukup banyak. Kecuali ruang guru aja, jadi ruang santai guru-guru besar,” ujar Habib Ahmad.
Tak hanya taman baca, proyek ini juga mencakup pelebaran Mall Dalwa. Salah satu pembaruan yang dihadirkan ialah penggunaan dinding kaca yang menghadap ke lingkungan pesantren sehingga memberikan kesan lebih terbuka.
Di lantai satu bangunan, tersedia layanan optik untuk memenuhi kebutuhan kacamata dan kesehatan mata santri. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memudahkan santri memperoleh layanan tanpa harus keluar dari lingkungan pesantren.
“Nanti di bawah itu dibuat optik, jadi kalo [butuh] kacamata segala macam di situ, santri gak jauh-jauh ke Bangil,”
Di lantai dua, bangunan tersebut dijadikan pusat penyediaan berbagai kebutuhan sandang santri, mulai dari busana hingga perlengkapan penunjang lainnya.
“Kemudian yang di atas itu penambahan Boutique Hubabah sama Dalwa Collection,” ujar Habib Ahmad.
Menjaga Amanah Abuya
Berbagai upaya telah dilakukan Abuya untuk menghadirkan fasilitas yang mendukung proses belajar dan kehidupan para santri. Karena itu, Habib Ahmad berharap seluruh santri ikut menjaga serta memanfaatkan setiap fasilitas yang telah dibangun sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
“Kira-kira menurut al-faqir, inilah hakikatnya khidmah kepada Abuya. Jadi, khidmah bukan sekedar berdiri, bukan menganggukkan kepala. Tapi Khidmah hakiki itu menjaga, melestarikan, dan selalu dianggap ini menjadi milik kalian bersama,” pesan Habib Ahmad.
(Dhimas/Red)

Comments