beritaPondok PesantrenRedaksi

Beri Penjelasan tentang Fikih Tahawulat, Syekh Ridwan: “Segelintir Orang yang Allah Muliakan Dengannya, Bahkan dari Zaman Sahabat”

0

Bangil, Dalwa Berita – Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah menggelar khataman Kitab An-Nubdzah Ash-Shughra, dan bersama Syekh Samih Al-Kuhali dan Pengasuh Ribath Al-Aydrus, Syekh Ridwan Bin Syekh Al-Datsni, pada Ahad malam (9/8/2026) di Mabna Abuya lantai 9.

Khataman yang dihadiri santri tingkat tiga Aliyah hingga Mutakhassis tersebut berlangsung setelah seminar singkat bagi seluruh santri yang dilaksanakan di Masjid Baitul Ghaffar.

Kitab yang dipelajari tersebut merupakan karya Habib Abubakar Al-Adni yang membahas tanda-tanda hari kiamat dan memiliki istilah khusus, yaitu Fikih Tahawwulat.

Syekh Samih menjelaskan bahwa tujuan mempelajari ilmu ini, ialah untuk membuka pintu pengamat, diskusi, dan dialog ilmiah yang terarah dalam fikih syariat.

“Tujuannya adalah membuka pintu pengamatan, diskusi, dan dialog ilmiah yang terarah dalam fikih syariat yang berkaitan dengan rukun keempat dari rukun-rukun agama [Kajian Akhir Zaman/Tanda Kiamat],” jelasnya.

Dalam sambutannya, Syekh Samih menuturkan bahwa sejauh yang beliau ketahui, belum ada pesantren di Indonesia yang mempelajari dan mengujikan kitab tentang Fikih Tahawwulat kepada para santri, kecuali Ponpes Dalwa.

“Dan saya tidak tahu pondok-pondok di Indonesia yang mempelajari kitab ini secara urut untuk diajarkan dan diujikan selain di pondok yang berkah ini,” jelas beliau disampaikan dalam bahasa Arab dan diterjemahkan oleh Pers Dalwa Berita.

Menurut Syekh Ridwan, Fikih Tahawulat merupakan ilmu tamayyuz dan tidak dapat dipelajari oleh semua orang.

“Ilmu tamayyuz yang segelintir orang Allah muliakan dengannya bahkan dari zaman sahabat,” jelas beliau.

Beliau menyampaikan tentang pentingnya ilmu tersebut bagi umat muslim. Sehingga, beliau menilai bahwa ilmu tersebut perlu dipelajari di setiap madrasah ilmiah.

“Di zaman ini, ilmu ini harus dipelajari di setiap tempat,” ucap beliau.

Dalam penyampaiannya, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Ponpes Dalwa yang telah memberikan kesempatan kepada para santri untuk mempelajari kitab tersebut.

“Maka dari itu, ilmu yang kalian bawa ini saya berterima kasih atas penyampaian beliau [Syekh Samih], Abuya, dan selain mereka bahwa pondok ini membuka kesempatan bukan hanya untuk ilmu ini dipelajari, tapi beliau [Abuya] memberikan kesempatan kepada kita dan kalian untuk membawa sebongkah peninggalan dari warisan Nabi Muhammad SAW,” jelas beliau.

Di akhir penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa ilmu tersebut akan dapat dipahami ketika mereka menyaksikan berbagai fenomena yang terjadi sesuai dengan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

“Maka dari itu, kalian akan mengetahui Fikih Tahawwulat di depan mata kalian saat melihat fakta yang terjadi [sesuai dengan hadis].”

Kemudian, acara diakhiri dengan pemberian ijazah keilmuan dari kitab-kitab karya para pencetus dan pengarang kitab Al-Nubdzah Ash-Shughra kepada para hadirin. Dhimas/Red

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Peserta SPM 2027 Ikuti Talkshow “Ngopi Bareng SPM (NGOPS)”

Previous article

Comments

Leave a reply