Abuya Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani merupakan salah satu ulama yang berasal dari Makkah al-Mukarramah. Beliau merupakan putra dari ulama terkemuka, Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki, seorang ulama yang memiliki pengaruh luas di dunia Islam, khususnya dalam tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah.
Sebagai bagian dari keluarga al-Maliki al-Hasani, Abuya Sayyid Ahmad berasal dari salah satu keluarga mulia yang memiliki nasab hingga Rasulullah ﷺ. Silsilah tersebut tersambung melalui jalur Sayyidina al-Hasan bin Ali رضي الله عنه, cucu Rasulullah ﷺ.
Abuya Sayyid Ahmad menempuh pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Beliau kemudian menyelesaikan pendidikan doktoralnya (PhD) di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir. Dalam pendidikan tersebut, beliau berhasil meraih predikat Summa Cum Laude atau Mumtaz Ma’a Martabat Syaraf Ula, sebuah pemcapaian yang menunjukan keluasan ilmu yang beliau miliki.
Dalam penelitian doktoralnya, beliau mengangkat kajian mengenai al-Dakhil fi al-Tafsir dalam kitab al-Durral-Dakhil fi al-Tafsir dalam kitab al-Durral-Suyuthi. Kajian tersebut menyoroti unsur-unsur atau riwayat-riwayat yang tidak sahih yang menyusup ke dalam penafsiran Al-Qur’an.
Abuya Sayyid Ahmad melanjutkan estafet dakwah dan majelis yang telah diwariskan oleh ayahanda dan kakeknya di Rusaifah, Makkah. Dari masa kakeknya, majelis telah banyak menghasilkan ulama-ulama mancanegara yang terus berlanjut hingga kini.
Keberadaan beliau menjadikannya tempat rujukan umat Islam dari semua kalangan. Rumah beliau tak pernah sepi dari sowan umat yang terus silih berganti berdatangan.
Hubungan Abuya Sayyid Ahmad dengan ulama Indonesia pun terjalin dengan erat. Salah satunya dengan pengasuh Ponpes Dalwa, Abuya Habib Zain Baharun, beliau memiliki hubungan erat sebagai kerabat sekaligus anak dari guru Abuya Zain, Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki.

Comments