beritaKampusPondok PesantrenRedaksi

Pentingnya Integrasi Sains dan Islam, UII Dalwa Hadirkan Dosen FMIPA ITB

0

Bangil, Dalwa Berita- Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah menerima kunjungan akademik dan seminar edukatif dari dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) ), Dr. rer. nat. Mochamad Ikbal Arifyanto, S.Si., M.Sc., Rabu siang (30/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 9 Mabna Abuya Hasan Baharun.

Seminar yang mengusung tema Menggali Wawasan Sains Islam untuk Masa Depan Umat tersebut dihadiri Direktur Pascasarjana UII, Assoc. Prof. Dr. Habib Ali Zainal Abidin BIlfaqih S.Ag., M.Pd., Wakil Rektor IV, Dr. Fauzi Hamzah, M.Pd., Habib Abu Bakar Assegaf, serta jajaran dosen pendamping.

Seusai rangkaian acara pembuka, seminar diawali dengan sambutan perwakilan UII Dalwa yang disampaikan oleh Dr. Habib Ali Zainal Abidin Bilfaqih. Dalam sambutannya, beliau menyebut bahwa banyak umat Muslim dewasa ini mulai asing dengan ilmu pengetahuan dan sains. Menurutnya, Dalwa hadir sebagai salah satu lembaga yang berupaya mengintegrasikan sains modern dengan ilmu agama.

Memasuki acara inti, seminar ilmiah tentang falak dan astronomi disampaikan oleh Dr. rer. nat. Mochamad Ikbal Arifyanto, S.Si., M.Sc. dosen sekaligus Ketua Program Studi Magister dan Doktor Astronomi ITB. Materi yang disampaikan mencakup perbedaan antara astronomi, ilmu falak, dan kosmologi, serta pengenalan berbagai benda langit, seperti planet, bintang, dan galaksi.

Beliau menerangkan sejarah perkembangan ilmu sains dan astronomi yang bermula dari peradaban Mesopotamia, kemudian berkembang pada masa Yunani kuno hingga mencapai ke puncak kejayaannya menjadi toggak penting dalam sejarah astronomi Islam dengan berdirinya Madrasah Madrasah Ulugh Beg di Kota Samarkand, Uzbekistan, yang didirikan oleh ilmuwan Muslim, Ulugh Beg.

Dr. Mochamad Ikbal menyebut, kejayaan tersebut dapat diraih karena para ilmuwan Muslim terdahulu mampu mengintegrasikan ilmu sains dengan ilmu agama.

“Ulama Muslim dulu membedakan enggak sains dan Islam? Enggak ada. Ulamanya sekolahnya mungkin sama, sama kayak di sini ya. Ada yang belajar agama, ada yang belajar sains, itu satu.

“Dan tugas daripada lembaga pendidikan Muslim di era ini adalah untuk kembali menciptakan ulama-saintis,” tegas Dr. Mochamad Ikbal

Di akhir materi, beliau menerangkan bahwa selain mempelajari ilmu astronomi, manusia juga diajak untuk merenungi keindahan dan keagungan Tuhan yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna.

Dalam wawancara eksklusif bersama crew Dalwa Berita, beliau mengatakan bahwa kedatangannya ke Dalwa merupakan rekomendasi dari salah seorang alumni Dalwa. Selain itu, kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan ilmu falak yang menurutnya merupakan salah satu ilmu penting bagi umat Muslim.

“Sebenarnya ini ya, kami diundang oleh Dalwa di sini. Ada dari ada rekan yang alumni di sini gitu ya. Dan juga ini penjajakan bahwa Dalwa ingin membuka [pembelajaran] ilmu falak,”jelas Mochamad Ikbal.

Beliau memberikan kiat kepada anak muda, khususnya santri, untuk memudahkan mereka dalam mempelajari berbagai bidang ilmu, seperti astronomi, sains dan bidang lainnya.

“Jadi pertama tuh menyenangi dulu. Kalau ada menyenangi ilmunya, maka nanti Insyaallah Allah mudahkan untuk belajarnya,”tuturnya.

Dr. Mochamad Ikbal berharap agar pengembangan bidang astronomi dan ilmu falak bukan hanya di perguruan-perguruan tinggi, melainkan juga di lingkungan pondok pesantren.

“Ilmu Allah enggak terbatas, jadi selalu akan berkembang,”ungkapnya.

Beliau juga berharap dengan kedatangannya ke Dalwa dapat menjadi titik awal dalam menjembatani kerjasama antara kampus UII Dalwa dan ITB Bandung.

“Mudah-mudahan setelah ini dari Dalwa bisa mengembangkan ilmu falak, Insyaallah kita [menjembatani dalam] berkerjasama dengan ITB  untuk mendukung ini,” akhir dari wawancara beliau kepada pers Dalwa Berita. Aupan/Red

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Isi Program MBG, Ustadz Hasan Bashri Serukan Penyebaran Bahasa Arab Sebagai Misi Utama Masa Penugasan

Previous article

Comments

Leave a reply