Bangil, Dalwa Berita – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah menggelar seminar umum Pascasarjana bertajuk Pembelajaran Bahasa Arab Cerdas Dari Pendidikan dan Pembelajaran menuju Kecerdasan Linguistik, Kemanusiaan, dan Peradaban pada Selasa siang (6/10/2026).
Acara yang berlangsung di lantai 9 Mabna Abuya Hasan Baharun tersebut menghadirkan akademisi sekaligus Guru Besar Bidang Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Raswan, M.Pd., M.Pd.I.
Selain dihadiri secara luring oleh mahasiswa UII Dalwa, seminar tersebut juga diikuti oleh mahasiswi UII Dalwa secara daring melalui Zoom dari Mabna Hubabah Khadijah.
Prof. Raswan dalam sesi wawancara bersama Crew Dalwa Berita menyebutkan bahwa kunjungannya ke Dalwa dilatarbelakangi ketertarikannya terhadap Pondok Dalwa yang memilki lingkungan pendidikan dengan bahasa Arab sebagai salah satu fokus pembelajarannya.
“Saya melihat Dalwa ini punya semangat yang istimewa dalam pembelajaran bahasa Arab, termasuk pembelajaran cerdas.”
Selain itu beliau juga memandang Dalwa sebagai sebuah institusi yang modern dalam teknologi, namun masih tetap mempertahankan eksistensi pembelajaran tradisional.
“Dalwa ini perpaduan [antara] tradisional modern ya, [walaupun] tradisional mungkin dalam [bidang] keilmuan, dari mulai ilmu-ilmu tradisional diajarkan, tapi modern dalam teknologi.”
Dalam pembahasannya, Prof. Raswan mengenalkan kepada para mahasiswa sebuah gagasan mengenai pembelajaran bahasa Arab cerdas, yaitu metode pembelajaran bahasa arab menggunakan pendekatan yang adaptif serta mengikuti perkembangan zaman.
Menurut beliau, metode pengajaran yang bernuansa tradisional sudah tidak relevan untuk diajarkan kepada para pelajar. Maka tantangan bagi guru, khususnya pengajar bahasa Arab harus mulai beradaptasi dengan metode yang interaktif serta mampu memanfaatkan teknologi yang terbarukan.
“Kita tidak mungkin mengajarkan generasi baru ini dengan metode lama; dengan mendikte, memberi wejangan, atau ceramah.” terang beliau dengan bahasa Arab.
Kemudian beliau menyebut 3 pilar utama untuk membentuk kerangka pembelajaran bahasa Arab cerdas, diantaranya:
- Pembelajaran sadar (ta’alum wa’i): para mahasiswa harus memiliki kepekaan dan kesadaran dari materi bahasa Arab yang dipelajari.
- Pembelajaran aktif (ta’alum fail): Mahasiswa dituntut untuk terlibat aktif menggunakan bahasa Arab dalam konteks komunikasi nyata.
- Pembelajaran berkelanjutan (taalum mustamir): pembelajaran bahasa Arab tidak boleh terhenti ketika diruang kelas saja, namun harus selalu diteruskan sepanjang hari.
Di sesi akhir seminar, Prof. Raswan menyebut bahwa puncak dari gagasan pembelajaran bahasa Arab cerdas bukan hanya membuat mahasiswa mengerti tata bahasa, melainkan mereka mampu menggunakan bahasa Arab untuk menghasilkan karya nyata seperti artikel, makalah atau naskah akademik dengan bantuan teknologi terkini.
Menutup perbincangannya, Prof. Raswan mengarahkan kepada mahasiswa Pascasarjana supaya lebih meningkatkan dan berfokus kepada proyek penerbitan karya ilmiah. Bukan hanya mampu berorasi, melainkan juga mampu mengimplementasikan ilmunya dalam karya tulis.
“Di tingkat S2 apalagi udah harus banyak proyek-proyek, jadi mahasiswa ini harus sudah banyak jurnal-jurnal, bukan lagi hanya bisa menjelaskan tapi bisa menerbitkan.” Pungkas beliau. Aupan/Red

Comments