Multaqo

Abuya Hasan dan Filosofi Induk Ayam

Ilutsrasi Induk Ayam
0

”Jadi saya (Abuya Hasan) ingin menjadi ayam yang baik,” ujar Ustadz Qoimuddin menceritakan kisah Abuya kepada Tim Redaksi Multaqo ketika diwawancarai di kediaman beliau pada ahad (20/07/2025).

Kisah ini bermula ketika Ustadz Qoimuddin tengah menghadiri acara haul mewakili Abuya Hasan. Di sana, beliau ditanya oleh banyak habaib tentang Abuya yang akhir-akhir itu tidak tampak hadir haul, meskipun sudah diundang secara khusus.

Setelah pulang dari acara tersebut, Ustadz Qoim menceritakan kejadian itu kepada Abuya. Begitu mendengar cerita tersebut, Abuya menjelaskan alasan mengapa beliau tidak bisa hadir haul. Jawaban itu membuat Ustadz Qoim terkesima.

Abuya mengungkapkan bahwa saat ini beliau memegang amanat yang sangat besar, yaitu para santri. Beliau merasa tidak ingin mengecewakan orang-orang yang telah mempercayakan amanat mulia tersebut kepadanya, dan itulah sebabnya Abuya tidak ingin pergi meninggalkan santri-santrinya.

“Makanya saya menjaga amanat ini sampai orang tuanya tidak kecewa.”

Dengan penuh ketulusan, Abuya Hasan memperumpamakan dirinya dengan induk ayam yang baik. Ketika induk ayam bertelur, ia akan terus-menerus mengerami telur-telurnya sepanjang waktu, tanpa henti. Bahkan, walau induk ayam itu kelaparan dan kehausan, sesekali ia akan mencari makanan dan minuman. Namun, waktu mencari makanan dan minuman itu tidak pernah dapat menghilangkan rasa lapar dan dahaga yang terus ada, karena ia segera kembali untuk mengerami kembali.

Seperti itulah penjelasan Abuya Hasan akan induk ayam yang baik, karena pasti dia ingin agar semua telur yang ia miliki menjadi ayam yang baik dan sempurna.

“Maka saya ingin santri-santri saya ini jadi ulama semuanya, makanya saya kawal terus tidak boleh saya tinggalkan.”

Walau terkadang tidak semua telur akan menetas dengan sempurna akan tetapi induk ayam yang bijak akan senantiasa mengerami telur-telurnya. Demikian pula para santri, mungkin tidak semua dari mereka akan menjadi para ulama akan tetapi Abuya Hasan akan selalu menjaga santri-santrinya, beliau akan selalu membimbing dan memberikan yang terbaik bagi anak didiknya.

“Belum tentu jadi (ulama) santri semuanya tapi saya berusaha.”

Filosofi induk ayam ini bukan hanya menjadi pegangan Abuya Hasan, tetapi juga terus diwariskan oleh putra sulung beliau, Abuya Ali Zainal Abidin Baharun. Sebagai penerus perjuangan Abuya, beliau terus menjaga dan membimbing para santri dengan penuh kesungguhan, agar mereka kelak menjadi ulama yang bermanfaat bagi umat Islam dan agama.

Tim Redaksi Multaqo

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Pertama! Rombongan Alumni Pontianak Telah Tiba, Disambut Langsung oleh Abuya 

Previous article

Membumikan Arabiyah dengan Warisan Karangan Abuya Hasan

Next article

Comments

Leave a reply