Bangil, Dalwa Berita – Organisasi Ahlu Qurra’ Darullughah Wadda’wah (Al-Qudwah) resmi melantik pengurus baru masa khidmah 1447–1449 H, sekaligus mengadakan seminar talk show pada Kamis sore (31/7/2025) di Aula Hotel Ravva Room Lt. 6.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ustadz Muhammad Amin Al-Maky selaku penasihat, Ustadz Hasan Bisri Al-Maky, Ustadz Burhanudin (pembimbing), Ustadz Maulana Syafi’i (pendiri), serta para asatizah, alumni, dan anggota Al-Qudwah.
Pelantikan dimulai dengan serah terima jabatan kepada pengurus baru Al-Qudwah masa khidmah 2025–2027, menandai kelanjutan estafet kepemimpinan setelah empat periode sebelumnya sejak diresmikan pada tahun 2018.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ustadz Muhammad Amin Al-Maky kepada Muhammad Kamil dan Maulana Ishak sebagai ketua dan wakil ketua terpilih secara simbolis.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pandangan tentang perjalanan yang telah dilalui serta harapan untuk masa depan. Ia mengungkapkan rasa syukur atas capaian sebelumnya, namun tetap mengajak untuk meningkatkan kualitas.
“Masya Allah, tahun kemarin sudah menunjukkan hasil yang cukup baik. Namun, kami berharap agar segala usaha yang telah tercapai bisa lebih dimantapkan lagi di tahun yang akan datang. Kami berharap dengan tulus, semoga keberhasilan yang diraih membawa manfaat yang lebih besar,”
ujar Ustadz Amin Al-Maky.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa semua usaha harus berlandaskan pada keikhlasan dan mencari ridha Allah SWT.
“Yang paling penting bagi kami adalah memperoleh ridho Allah SWT dalam setiap langkah yang kami ambil. Mudah-mudahan tahun depan ini, segala usaha kami bisa diberkahi dan berhasil, meski yang paling utama adalah mendapatkan ridho-Nya,” tambah beliau.
Setelah pelantikan, acara dilanjutkan dengan seminar talk show yang menghadirkan narasumber qari nasional asal Jawa Barat, Ustadz Rehan Hawari. Mengangkat tema “Eksistensi Qari Muda dan Seni Tilawah di Era Milenial dan Gen-Z”, beliau memaparkan tentang keindahan seni tilawah Al-Qur’an.
“Al-Qur’an itu indah, dan akan lebih indah lagi jika dilantunkan dengan irama yang tepat,” ujar Ustadz Rehan.
Beliau menjelaskan bahwa dalam seni membaca Al-Qur’an, terdapat berbagai macam naghom (irama) seperti Bayati, Hijaz, dan Soba, yang menjadi hiasan dalam tilawah.
“Itulah bentuk hiasan yang membuat bacaan semakin indah,” tambah beliau.
Namun demikian, menjadi qari yang mahir dalam maqamat membutuhkan proses panjang dan ketekunan.
“Prosesnya sangat panjang dan membutuhkan ketekunan, namun yang paling penting adalah sering praktek dan mendengarkan tilawah yang benar,” tutup Ustadz Rehan.
Acara ditutup dengan Majlas Rahah, yaitu temu kangen antara alumni dan anggota, dengan melantunkan qasidah-qasidah bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Comments