beritaEvent PondokLukmanPondok PesantrenSantri Baru

Apa Aja Sih Kegiatan Santri Baru Di Masa-Masa Awalnya Masuk Pesantren?

0

Bangil, Dalwa Berita – Sebagai bentuk perhatian khusus pada para santri baru, mereka diharuskan mengikuti pembinaan terlebih dahulu terkhusus dalam pembelajaran bahasa Arab yang menjadi bahasa keseharian dan dalam pembelajaran kelas di Ponpes Dalwa.

Pembinaan tersebut dilakukan dalam dua waktu; Shubuh dan Maghrib. Mereka akan dibina oleh santri-santri kelas 2 Aliyah. Jumlah santri baru di Dalwa pusat yang terdata mencapai 720 santri.

Kegiatan Shubuh dilaksanakan di lantai 4 masjid Baitul Ghoffar, dimulai dari bangun tidur santri yaitu pukul 03.00 dini hari sampai pukul 06.00 pagi. Di waktu tersebut mereka akan dibiasakan untuk sholat tahajjud dan witir kemudian dilanjut membaca Ratibul Atthos hingga berkumandangnya adzan Shubuh. Sebelum iqomah santri juga dibiasakan untuk membaca beberapa dzikir yang dianjurkan dan doa fajar.

Kegiatan Shubuh terus berlanjut dengan sholat Shubuh berjamaah, wiridan; Wirdul Lathif, Hizbun Nawawi, Do’a Lidaf’il Bala. Tak lupa mendoakan ayah ibu mereka agar keduanya senantiasa sehat di rumah.

Usai baca wirid, ada beberapa pelajaran khusus untuk santri baru yang bergantian setiap harinya. Pelajaran khusus tersbut adalah talaqqi Al-Quran, kajian kitab Kaifa Tusholli Tuntunan Sholat Menurut Riwayat Hadist karangan K.H. Ihya Ulumuddin bersama Ustaz Ismail Ayyub, kajian kitab Safinatunnajah bersama Ustaz Adlika dan pembacaan kitab Ayyuhal Walad bersama Habib Fahmi Al-Kaff. Khusus di Jumat pagi, mereka akan mengikuti talkshow bersama senior mereka, santri kelas 2 aliyah.

Bagi santri santri baru yang masih lemah dalam bacaan Al-Qur’annya akan diberi pembelajaran khusus oleh santri-santri senior Dalwa Tahfidz.

“Untuk program Al-Quran sendiri untuk anak baru itu diawali dengan kita mengadakan seleksi pembacaan Al-Quran. Jadi semua anak baru itu kita saring mana yang masih perlu bimbingan bacaan Al-Qurannya dan mana yang sudah mahir. Nah, ntar setelah seleksi baru kita pisahkan, yang belum mahir, yang masih perlu bimbingan, ntar kita bimbing itu secara kelompok-kelompok,” jelas Ketua pengurus program Al-Quran santri baru, Habib Fatahillah Zain Malika (21/7/2024).

“Setiap kelompoknya ada satu pembimbing atau pengajar, disini mereka lebih difokuskan untuk cara membaca Al-Quran dengan baik, dan juga tahsin. Kemudian yang sudah mahir, nanti mereka bareng bareng di lantai 4 masjid, itu ada satu orang yang ngajarin mereka, nanti mereka akan belajar tentang makhorijul huruf,” lanjut senior Dalwa Tahfidz tersebut.

Nah, untuk di waktu Maghrib dilaksanakan di halaman Dalwa 4, tepat pukul lima sore mereka harus sudah bersiap-siap memakai gamis putih, peci putih plus imamah dengan membawa kitab Muhawarah dan af’al Yaumiyyah di pangkuan dada. Siap melaksanakan kegiatan sampai pukul depalan malam nanti.

Kegiatan Maghrib dimulai dengan sholat berjamaah Maghrib dilanjut dzikir dan bacaan wirid Ratibul Haddad. Beres dzikir dan wirid khusyuk kepada Allah, berharap kelak menjadi orang yang bermanfaat di masa depan, mereka langsung membuat lingkaran-lingkaran belajar terdiri dari sembilan atau sepuluh santri dan dibimbing oleh satu orang dari kelas 2 aliyah.

Dalam lingkaran belajar tersebut, mereka dibimbing menghafal kitab Muhawarah, mengartikannya merangkai kata bahasa Arab darinya dan mempelajari dialektika berbahasa Arab yang baik dan benar. Setiap hafalan santri akan dicatat di buku absensi perharinya.

Tidak hanya sekedar untuk menghafal Muhawarah dan menyetorkan hafalannya, pembagian lingkaran belajar tersebut juga berperan sebagai pemerhatian lebih lagi untuk santri baru agar terkontrol perkembangan mereka selama di pesantren.

“Kalau firqoh (lingkaran belajar) ini kan agar lebih mudah aja untuk mengontrol mereka, ya kita juga jadikan firqohfirqoh ini sekalian seperti riayah. Jadi kalau mereka ada syakawah (keluhan) langsung (dibicarakan) ke muroqib (pengawas dari kelas 2 aliyah) masing-masing,” ujar Habib Abdurrahman bin Idrus Al Idrus, Ketua pengurus santri baru pada Pers Dalwa Berita saat ditemui Senin sore (22/7/2024) di Dalwa 4.

Lingkaran belajar tersebut berlangsung sampai adzan Isya dikumandangkan. Santri baru akan sholat berjamaah terlebih dahulu, sebelum mereka lanjut menghafal kitab Af’al kosakata bahasa Arab yang dipakai sehari-hari.

Tujuan pembinaan tersebut adalah agar santri baru kenal dan terbiasa dengan kegiatan-kegiatan yang ada di Ponpes Dalwa. “Tujuan utamanya adalah agar mereka terbiasa dengan kegiatan-kegiatan yang ada juga sebagai adaptasi lingkungan di masa awal-awalnya mondok di Dalwa,” kata Muhammad, salah satu pembimbing santri baru (25/7/2024).

Muhammad Zain asal Pontianak, salah satu santri baru mengungkapan kesan dan tujuannya masuk ke Ponpes Dalwa pada Pers Dalwa Berita.

“Kesannya saya masuk Dalwa ini senang, nyaman dan bisa berbahasa Arab bersama teman-teman, enak dan betah,” cetusnya.

“Tujuan saya masuk Dalwa ya bisa mengambil barokah dari pondok ini, terus bisa berbicara bahasa Arab dan lain-lainnya bisa mengamalkan ilmu dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam,” ungkap santri kelas 2 Ibtida’ tersebut.Lukman/red.

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Ingin Tahu Rahasia Santri Rajin Belajar dan Kamar Berornamen Indah di Ponpes Dalwa?

Previous article

Lebarkan Sayap! UII Dalwa Adakan KKN Kancah Internasional

Next article

Comments

Leave a reply