AfdillahberitaIkatan Santri Daerah

Bekal Dakwah Santri, Ittihad ISKAB Gelar Latihan Kepemimpinan

0

Bangil, Dalwa Berita – Ittihad ISKAB (Ikatan Santri Kalimantan Barat) Ponpes Dalwa mengadakan workshop Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk para santri Kalimantan Barat di Rava room lantai 6 Dalwa Hotel Syariah, Jumat (11/2/22).

Acara yang dihadiri oleh 93 peserta ini terbagi menjadi dua sesi, pagi hari dan siang hari. Sesi pertama yang bertemakan “Urgensi Peta dan Database Dakwah” diisi oleh tiga narasumber kelahiran Kalimantan Barat, yakni Kaprodi PAI IAI Dalwa, Dr. Ustadz Junaidi, M.Pd., Wakil Direktur I Pascasarjana, Dr. Ustadz Imaduddin, M.Pd. dan Kaprodi SPI Ustadz Dr. Sahri, M.H.I..

Sesi kedua mengangkat tema “Metode dan Manajemen Dakwah” diisi oleh Wakil Derektur III Pascasarjana Ustadz Dr. Ahmad Fauzi Hamzah, M.Pd. dan Direktur Pascasarjana IAI Dalwa, Dr. Habib Ali Zainal Abidin Bilfaqih, M.Pd.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ustadz Ismail Ayyub. Dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini dan berharap agar para santri bisa mengambil manfaat dari penyampaian narasumber.

“Saya bersyukur dengan adanya kegiatan ini dan kita harus bisa mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan dari ketiga narasumber yang masya Allah ini,” ujar Ustadz asal Kalimantan Barat tersebut.

Narasumber pertama Dr. Ustadz Junaidi M.Pd. memaparkan bahwa salah satu cara untuk mempermudah dakwah adalah dengan meriset database daerah tersebut agar bisa mengetahui situasi dan kondisi masyarakat yang menjadi target dakwah.

“Database itu diperlukan agar kita mengetahui situasi dan kekuatan umat Islam di daerah itu seperti apa,” ungkap beliau.

Adapun narasumber kedua, Dr. Ustadz Imaduddin, M.Pd. menjelaskan bahwa dahulu Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang melahirkan ulama-ulama berkaliber Internasional. Bahkan ada yang pernah ditunjuk menjadi imam Masjidil Haram.

“Ulama-ulama Kalbar dahulu itu berlevel Internasional, bahkan pernah ditunjuk menjadi imam di Masjidil Haram, mereka kebanyakan berasal dari daerah Sambas seperti Syaikh Ahmad Khatib As Sambasi misalnya,” terang beliau.

Sedangkan narasumber ketiga, Dr. Ustadz Sahri, M.H.I. mengingatkan bahwa dakwah itu harus menyeluruh dan tanpa pilah-pilih.

“Dakwah itu jangan hanya dari mimbar ke mimbar, dari tempat keramaian ketempat keramaian, dakwah itu harus bisa masuk kesemua lini,” ujar beliau.

Beliau juga mengingatkan pesan Abuya Hasan agar ketika berdakwah jangan sampai kita menyebut apalagi sampai merendahkan dan mencaci maki perorangan atau organisasi.

“Dalam berdakwah itu jangan pernah menyebut organisasi, apalagi sampai mencaci maki, karena itu bukanlah mahaj-nya Abuya,” tambah beliau.

Di sesi kedua, Dr. Ustadz Ahmad Fauzi Hamzah, M.Pd. mengutarakan beberapa langkah yang harus dilakukan bagi para da’i, di antaranya adalah harus bermental kuat.

“Penda’i itu harus memiliki mental seperti bola yang ketika ditendang, dibanting, dia mantul, dan jangan kita memiliki mental seperti telur yang ketika dijatuhkan atau dibanting dia pecah,” ucap beliau.

Ketua Ittihad ISKAB, Habib Fadil Al-Hinduan berharap dengan digelarnya acara semacam ini bisa menjadikan para hadirin orang yang berkualitas dan memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi.

“Kami berharap dengan adanya acara ini, menjadikan ashab sekalian ashab yang berkualitas dan mempunyai kecerdasan intelektual yang luar biasa,” pungkas beliau.Afdillah/red.

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

IAIN Metro Kota Lampung Kunjungi IAI Dalwa Bahas Pendidikan Bahasa Arab

Previous article

Semangat Mencintai Waliyullah, Ittihad ISRAR Gelar Haul Guru Sekumpul

Next article

Comments

Leave a reply