Asrofiberita

Cuci Pakaian di Pesantren, Ini Penjelasannya dari Pengurus Dalwa Laundry

0

Bangil, Dalwa Berita – Dalwa Laundry di Ponpes Dalwa menggunakan sistem aplikasi Microsoft Excel yang ada dalam komputer untuk proses pemasukan data dan pengelolaan cucian santri.

Sebelum adanya sistem aplikasi ini, pengurus Dalwa Laundry sempat mengalami kesulitan saat merekapitulasi data cucian santri, sebab saat itu sistem yang digunakan masih tergolong manual berupa tulisan tangan.

“Dulu, kita merekap laundry secara tulisan tangan. Jadi, anak datang kita siapkan nota, tanya kamar berapa, jumlah kiloan. Per hari ada 100, 200 anak. Baru kemudian dihitung lagi,” tutur Arif Ghazali saat diwawancarai pada Selasa malam (8/2/2022).

Menurutnya, sistem ini dianggap lebih efisien karena mempermudah pekerjaan petugas dalam memasukkan data dan mencari data pelanggan.

“Sekarang kita rekap pakai komputer. Pakai Excel. Kita minta data per anak sesuai absensi Qismu Aman. Kita wajibkan (juga) ada kartu laundry sekiranya yang laundry punya nomor, misalnya nomor 2000, kita tulis nomor 2000, nama sak kamar-kamarnya. Semua data-datanya keluar,” ujar salah satu pengurus Dalwa Laundry tersebut.

Dalam pengelolaan cucian, pengurus Dalwa Laundry itu mengungkapkan bahwa Dalwa Laundry memperhatikan kualitas cucian agar hasilnya dapat memuaskan para pelanggan.

“Sebelum dicuci buntelannya harus dicek terlebih dahulu dan di-checklist nota yang ada di dalamnya: sarung pas 3, tulis. Kalau lebih satu, tulis lebih satu. Kurang satu, tulis kurang satu, baru dicuci. Yang putih disikat, kalau yang warna dijadikan satu. Kita minta perhatian juga kalau ada pakaian yang cepat luntur, harus ada bayanat (keterangan). Kemudian dikeringkan, disetrika, dibungkus lipatan harus rapi dan seukuran,” jelasnya.

Pria kelahiran Tenggarong itu juga mengingatkan apabila terdapat cucian hilang, tertukar ataupun keluhan-keluhan lainnya agar segera melapor ke pengurus laundry agar segera diproses masalahnya.

“Kalau ngeluh langsung bawa notanya. Kita minta sebelum keluar harus ngecek, biar kita bisa pastikan lagi. Makanya, perlu pemeriksaan di tempat atau tidak jauh-jauh hari sekiranya nota masih di tangan kita,” ucapnya.

Beliau berharap agar para santri lebih giat untuk mencuci di laundry pondok karena menaati peraturan yang telah ditetapkan oleh pesantren.

“Sebagaimana asatizah kita bilang, assirru fit tho’ah. Sir-nya pondok ada dalam ketaatan. Kita taat insya Allah ada sir yang kita dapatkan. Taat semua, yang disampaikan Ustaz Ismail itu pasti semua kemauan Abuya,” pungkasnya.Asrofi/red.

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

Semangat Mencintai Waliyullah, Ittihad ISRAR Gelar Haul Guru Sekumpul

Previous article

Meningkatnya Minat Menghafal Al-Qur’an, Dalwa 4 Tambah Syarat Masuk Jadi 4 Juz

Next article

Comments

Leave a reply