Atepberitafeature

Di Balik Kesenangan Ar-Ridwan Berada di Dalwa

0

Grup munsyid Ar-Ridwan asal Suriah sudah tak asing lagi bagi santri Dalwa. Mereka tak jarang terlihat di acara-acara besar Ponpes Dalwa dengan penampilannya yang mengagumkan. Nasyid yang dilantunkan dengan suara merdunya membuat santri terhibur. Maka tidak heran jika kedatangan Ar-Ridwan selalu disambut baik oleh Ponpes Dalwa.

Awal mula terkenalnya grup nasyid Ar-Ridwan adalah ketika tampil di depan Habib Umar bin Hafidz dan Syekh Ali Jum’ah. Setelah masyhur itu, Ar-Ridwan tampil di berbagai negara, termasuk Indonesia. Awal datangnya ke Indonesia yaitu pada tahun 2018 untuk mengisi acara-acara. Kemudian Ar-Ridwan mengisi acara di Ponpes Dalwa pada tahun berikutnya. Penampilan mereka yang khas dengan peci merah ala Timur Tengah menjadi daya tarik tersendiri. Tentu selain suaranya yang khas dan bagus pula.

Setelah kunjungan dan penampilan pertama yang sukses menghibur santri dan asatidzah, Ar-Ridwan pun datang kedua kalinya ke Ponpes Dalwa untuk mengisi berbagai acara. Saat kunjungannya itu, mereka merasa nyaman berada di Dalwa berkat perlakuan para guru-guru yang begitu santun. Apalagi saat Ar-Ridwan tertahan untuk pulang ke Mesir karena terjebak Pandemi Covid-19 sehingga harus menetap dulu di Dalwa selama 4 bulan. Saat itu mereka melihat dan merasakan langsung bagaimana perlakuan guru-guru dan santri Dalwa padanya sehingga merasa nyaman.

“Ketika kami datang saat kunjungan kedua dan ketiga ke Dalwa, seakan-akan kami datang ke rumah kami. Hidup di Dalwa seakan-akan kami hidup di rumah sendiri.” Begitulah yang diungkapkan oleh Syekh Shofwan, salah satu anggota Grup Nasyid Ar-Ridwan kepada Dalwa Berita pada Sabtu (23/7/2022) di Dalwa Hotel.

Semakin lama Ar-Ridwan tinggal di Dalwa, rasa nyaman pun terus bertambah hingga menjadi cinta. Kemudian pada Juli 2022 ini, saat kunjungannya yang ke 4 di Ponpes Dalwa, mereka betul-betul merasa senang dan penuh kecintaan berada di Dalwa. Rasa cinta itu timbul saat Dalwa membuka hatinya untuk mereka dan menganggap mereka bagian dari Dalwa. Adapun personel Ar-Ridwan yang berkunjung ke Dalwa di antaranya adalah Muhammad Yasin, Shofwan, Muhammad Ied, Luay dan Musthofa. Mereka semua bersaudara kecuali Syekh Luay. Sedangkan Musthofa adalah anak dari Syekh Shofwan.

“Sebab cinta kami ke Dalwa ketika Dalwa membuka hatinya kepada kami, maka kami jadi ada di dalamnya. Kami merasa bahwa kami berharap untuk bisa duduk bersama mereka (Abuya Zein dan santrinya) setiap waktu. Kami berharap hidup bersama mereka,” masih ujar Syekh Shofwan.

Selain itu, Ar-Ridwan semakin nyaman berada di Dalwa karena Abuya Zein yang penuh perhatian kepada mereka. Abuya memberikan segalanya untuk mereka. Bahkan Ar-Ridwan merasa bahwa mereka adalah anak Abuya, dan Abuya adalah orang tua mereka di Indonesia.

“Abuya berkata kepada kami, ‘Antum di sini. Ini rumah kalian.’,” kata Syekh Yasin, ketua Ar-Ridwan.

Syekh Yasin juga mengungkapkan, setiap menghadiri acara-acara besar di Indonesia, terutama di Jawa dan Kalimantan, ia dan anggota grup Ar-Ridwan yang lain selalu tampil di hadapan para masyaikh dan habaib. Namun berbeda rasanya ketika mereka tampil di Dalwa. Di Dalwa mereka tampil bersama Abuya, orang tua mereka di Indonesia. Abuya tidak menempatkan dirinya sebagai syekh, tapi sebagai orang tua yang penuh perhatian dan kasih sayang.

“Kami pergi ke Indonesia dengan keindahannya, Jawa dan Kalimantan. Kami tampil di acara-acara di samping habaib dan masyaikh. Mereka masyaikh dan habaib, tapi di sini (Dalwa) kami memanggil Al-Habib Zein dengan panggilan Abuya (Ayahku), orang tua kami di Indonesia. Kami datang ke Indonesia karena cinta dengan ini, orang sholeh Abuya Al-Habib Zein,” ungkap Syekh Yasin.

Ada pengalaman yang menarik tatkala anggota Ar-Ridwan pertama kali bertemu dengan Abuya Zein Baharun. Syekh Shofwan bercerita saat kedatangannya ke Dalwa di lapangan Dalwa Jadid pada sore hari. Ar-Ridwan melakukan cek sound terlebih dahulu sebelum tampil pada malam harinya. Kemudian, mereka baru ingat belum melaksanakan sholat Ashar. Grup Ar-Ridwan meminta izin kepada penanggung jawab untuk sholat terlebih dahulu. Penanggung jawab itu mempersilakan dan menunjuk rumah Hubabah yang dulu untuk sholat di sana. Ar-Ridwan pun datang dan didapatilah di sana ada seseorang sedang berdiri. Orang itu menyambut dan memberi salam tanpa mengenalkan diri. Setelah 15 menit, Ar-Ridwan pun keluar tanpa mengenalkan diri pula

“Kami kira mungkin orang itu hanya tetangga,” ucap Syekh Shofwan.

Kemudian tatkala malam pun tiba, saat acara dimulai, mereka kaget karena orang yang ditemui sore hari itu adalah Abuya Zein, Pimpinan Pesantren Dalwa.

“Kami terkejut ketika acara malam harinya bahwa beliau adalah Syekh, beliau adalah pimpinan pesantren, tapi beliau tawadhu sekali,” kata Syekh Shofwan sambil mengenang.

Begitulah perasaan Ar-ridwan tatkala berada di Ponpes Dalwa. Direncanakan Ar-Ridwan akan kembali tampil di Dalwa pada bulan Muharram tahun 1444 H, insya Allah.

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

Hibur Santri Baru, Dalwa Ba’alawi Gelar Bersholawat Bersama Ar-Ridwan

Previous article

Tadabbur Alam

Next article

Comments

Leave a reply