beritaHilmi

Gunakan 4 Kecakapan Bahasa, Debat Bahasa Arab Jadi Lomba Paling Bergensi Selama FILA

0

Bangil, Dalwa Berita – Hasil rekap data babak penyisihan dan delapan besar lomba Debat bahasa Arab di Ponpes Darullughah Wadda’wah semenjak dimulainya perlombaan Festival Ihya Lughah pada (2/01/2023).

Afdhol Umar selaku penanggung jawab lomba Debat bahasa Arab memaparkan bahwa lomba debat mengumpulkan antara empat komponen kepiawaian dalam berbahasa, mulai dari kemampuan mendengar, berbicara, menulis dan membaca.

“Lomba debat menggabungkan empat maharoh (kecakapan), mendengar, berbicara, menulis dan menulis,” ucapnya ketika diwawancara pers Dalwa Berita pada Rabu (11/1/2023)

4 Kecakapan yang digunakan dalam debat menjadikan lomba yang satu ini lebih menonjol dari yang perlombaan lainnya.

“Yang paling menonjol adalah lomba munadzoroh (debat) bahasa Arab,” Pungkasnya.

Perlombaan Debat tahun ini, di bagi menjadi empat tahapan yaitu penyisihan, delapan besar, semi final dan final.

Pada babak penyisihan peserta diberikan tema ketika melaksanakan tecnikal meeting di ruangan pascasarjana pada Sabtu (31/12/2022), sehingga ketika peserta babak penyisihan memiliki waktu  guna mempersiapkan argumen mereka ketika babak penyisihan pada Senin (02/01/2023).

“Penentuan topik debat beserta kubu pro dan kontra untuk babak penyisihan pas tecnikal meeting,” tukasnya.

Berbeda dengan babak delapan besar yang dimulai pada Senin (09/01/2023), topik yang akan dilombakan diumumkan sehari sebelum lomba dimulai dan pembagian kubu pro dan kontra ditentukan tiga jam sebelum lomba dimulai dengan diacak.

“Pas delapan besar itu mosi (topik debat) itu satu hari sebelum lomba, dan untuk pro dan kontranya itu tiga jam sebelum lomba dan itu murni dari mereka ( dengan cara diacak),” ujarnya.

Penilaian lomba dibagi menjadi tiga poin, yaitu penyampaian gagasan, cara penyampaian dan kaidah bahasa Arab.

“Untuk penilaiannya dibagi menjadi tiga poin yang pertama penyampaian gagasan, yang kedua cara penyampaian dan yang ketiga kaidah bahasa Arab dari Nahwu dan Shorof,” ungkapnya.

Adapun sistem yang digunakan dalam babak penyisihan, panitia menggunakan sistem poin, sedangkan pada babak delapan besar panitia menggunakan sistem gugur.

“babak penyisihan menggunakan system poin, dan untuk delapan besar ini kita memakai sistem gugur,” ucapnya.Hilmi/red.

Gustiawan Arqi

Ubah Aula Jadi Kamar, Bentuk Perhatian Kepada Santri agar Nyaman Belajar

Previous article

Talkshow Bahasa Arab Sedunia, Bahas Cara Pemula Belajar Bahasa Arab dan Pentingnya Bahasa Arab

Next article

Comments

Leave a reply