AfdillahberitaEvent PondokRamadhan

Habib Segaf Baharun Di Closing Orda 1443 H: Jadikan Event Ini Sebagai Media Pendidikan

0

Bangil, Dalwa Berita- Olimpiade Ramadhan Dalwa 1443 H resmi berakhir pada Kamis dini hari (21/04/2022). Olimpiade yang telah berlangsung selama 17 hari ini berakhir dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba oleh Abuya Al-Habib Zein bin Hasan Baharun dan para asatidzah lainnya di lapangan utama Dalwa Pusat.

Olimpiade Ramadhan kedua yang digelar di Ponpes Dalwa ini diawali dengan pertandingan final futsal antara tim Habib Segaf Baharun dengan tim Habib Ahmad Baharun. Pertandingan berakhir dengan skor 12-8 yang dimenangi oleh tim Al-Habib Segaf Baharun. Bahkan pada kesempatan kali ini Habib Segaf berhasil meraih double hattrick alias berhasil mencetak sebanyak 6 gol.

Setelah pertandingan final usai, acara dilanjutkan dengan pertunjukkan oleh ashab Seni Budaya dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba, lalu diteruskan dengan pengumuman pemenang lomba pembuatan miniatur Ponpes Dalwa 5 dan diakhiri dengan penyerahan trophy bagi pemain terbaik, Top Score dan tim futsal yang berhasil menjuarai ORDA pada tahun ini, yakni dari tim Al-Habib Segaf Baharun.

Habib Segaf Baharun memberikan tanggapan mengenai acara yang sukses digelar di lapangan utama Ponpes Dalwa 1 ini. Beliau menuturkan adanya event atau pertandingan semacam ini adalah sebagai media untuk mendidik para santri untuk bisa berbaur dengan sesama, mendidik keyakinan untuk meraih apa yang menjadi keinginan dan mendidik santri untuk tetap bersama.

“Ini adalah sebuah pertandingan dan juga event yang tujuan kita adalah mendidik anak-anak kita bahwasanya dalam segala hal kita harus bisa membaur itu, yang pertama. Yang kedua adalah kita ajarkan kepada mereka bahwasanya yang namanya keinginan dan tujuan kalau sudah diiringi dengan keyakinan walaupun kita usia lebih tua dan sebagainya itu tidak akan menjadi sebuah hadangan dan tetap kita bisa meraihnya,” ujar Rektor IAI Dalwa tersebut.

“Kita ajarkan kepada murid-murid bahwa kita dalam berkehidupan itu berada di titik nol dimanapun kita berada, dan kita belajar dari sepak bola ini yang terkadang kita dijatuhkan dan sebagainya, dan karena di sepak bola itu gak ada istilah ‘oh ini ustadz, oh ini murid’, semuanya kita itu bermain, yang penting kita dahulukan sebuah permainan yang tidak kasar dan sebagainya dan itu kita bangun dalam diri kita kebersamaan. Karena kebersamaan itu harus kita jalankan dalam kehidupan ini, baik kehidupan kita untuk meraih rida Allah maupun kita hidup untuk sebaliknya,” tambah beliau.

Di sisi lain, Muhammad Husein Qadri, Salah satu santri yang berhasil menjuarai lomba Tartil Quran pada olimpiade Ramadhan tahun ini, mengaku dirinya sangat senang dan tak menyangka bisa menjadi juara.

“Senang, Bahagia, Alhamdulillah bisa memenangkan perlombaan ini, tahun lalu ikut juga lomba Tilawah tapi waktu itu kalah dan sekarang ikut lagi gak nyangka Alhamdulillah bisa juara satu dan bisa bersalaman dengan Habib Segaf juga kan,” ujarnya.

Selain itu ia juga berharap semoga kedepannya semakin banyak santri-santri yang suka terhadap Al-Quran bahkan juga sampai mentadabburinya.

“Mudah-mudahan di tahun depan nanti makin banyak orang yang suka terhadap Al-Quran dan bahkan meraka mungkin bisa juga mentadabburi Al-Quran,” ucap santri asal Banjarmasin tersebut.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Mudirul ma’had Abuya Al-Habib Zein Baharun.Afdillah/red.

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

Antusias Santri dalam Kontes Logo Dalwa Collection

Previous article

Mengenal Lebih Dekat Ulama Kharismatik dengan Museum Abuya Al-Maliki

Next article

Comments

Leave a reply