Multaqo

Haul Habib Hasan Baharun ke-27 serta Hubabah Khodijah Al-Hinduan: Ajang Mengingat Sosok Tauladan

Haul Habib Hasan Baharun dan Hubabah Khoidijah Al-Hinduan
0

Bangil, Dalwa Berita – Peringatan haul ke-27 Abuya Habib Hasan bin Ahmad Baharun yang digelar pada Sabtu (2/8/2025) di lapangan utama Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa) pusat berlangsung penuh khidmat. Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi acara untuk turut mengambil berkah dari rangkaian haul ulama besar ini.

Acara dihadiri oleh para ulama dan masyaikh ternama seperti Prof. Habib Abdullah bin Muhammad Baharun, Habib Hamid bin Umar Al-Hafidz, serta para aparatur pemerintah dan tokoh masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Nabi yang disusul prosesi akad nikah. Prosesi sakral tersebut dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had, Abuya Zein Baharun, dan disaksikan oleh para hadirin yang hadir dalam suasana haru dan bahagia. Acara kemudian resmi dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah oleh Abuya Zein Baharun.Prosesi Akad nikah pada Haul Habib Hasan Baharun

Suasana spiritual semakin mendalam ketika Dr. Habib Ali bin Hasan Al-Jufry membacakan manaqib Abuya Hasan. Ia mengenang perjuangan dan dedikasi Abuya dalam mendirikan dan mengembangkan dakwah Islam di Indonesia.

Pihak keluarga melalui Ustaz Dr. Habib Segaf Baharun menyampaikan sambutan penting mengenai warisan dakwah dan pendidikan yang perlu terus dilanjutkan oleh generasi penerus.

Mau’izhah hasanah pertama disampaikan oleh Prof. Habib Abdullah bin Muhammad Baharun, dengan terjemahan langsung dari Ustaz Makky Lazuardi. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan urgensi mengikuti jalan hidayah melalui para pembimbing yang istiqamah.

“Penting dan urgent bagi kita untuk mengikuti jalan hidayah melalui orang-orang yang meniti di jalan tersebut,” ungkap beliau.


“Karena lawannya adalah dholal ‘kesesatan’. Manusia secara prinsip membutuhkan keteladanan agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak.”Prof. Habib Abdullah Baharun memberikan nasehat pada Haul Abuya Hasan Baharun

Ceramah dilanjutkan oleh mau’izhah kedua dari Habib Hamid bin Umar Al-Hafidz.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan tahlil yang penuh kekhusyukan, dipimpin oleh Habib Abubakar bin Ali Assegaf menjelang waktu Dzuhur.

Salah satu alumni yang hadir, Ustaz Yahya Zainul Marif (Buya Yahya), mengungkapkan kesan mendalam tentang makna haul ini:

“Hadir di haul adalah kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Karena ini bukan sekadar menyambung ikatan dengan guru, tapi juga dengan para pecinta beliau, murid-murid beliau, dan keluarga beliau.”

“Multaqo dan haul seperti ini harus kita jadikan hal yang penting, karena siapa pun yang memiliki hubungan ilmu atau persahabatan dengan beliau harus merasakan keindahan momen ini.”Buya Yahya saat diwawancara pada haul Abuya Hasan Baharun

Ia juga menggambarkan figur Abuya sebagai teladan sejati dalam segala aspek kehidupan:

“Beliau adalah contoh dalam tarbiyah, dalam kesabaran, ketulusan, dan dalam berinovasi dalam dakwah. Bahkan jejak dakwah kami hari ini tidak pernah lepas dari ide-ide beliau — walau zaman berbeda, dasarnya tetap sama.”

“Dakwah beliau ke pelosok-pelosok, membawa sound system, merangkul semua orang dengan kelembutan dan kebijaksanaan. Sangat tepat jika tempat ini dinamakan Darullughah Wadda’wah, karena dakwah memang harus dilakukan dengan hikmah — dan itu ada pada sosok Abuya Habib Hasan Baharun.”
(Akmal/red)

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

 Al-Qudwah Resmi Lantik Pengurus Baru 1447-1449 H dan Gelar Seminar Bersama Qori’ Nasional

Previous article

Audiensi UII Dalwa dan Universitas Al-Ahgaf: Rektor Al-Ahgaf Dorong Peran PTKI Sebagai Pelindung Umat

Next article

Comments

Leave a reply