GustiawanOpini

Kami Pers Tengah Berkhidmah, Tolong Jangan Halangi!

0

Lembaga Pers Mahasiswa Dalwa Berita seharusnya sudah sangat dikenal oleh warga Ponpes Darullughah Wadda’wah. Bukan karena wajah kita yang sudah terkenal apalagi jaket dinas yang sering kita pakai ketika bertugas, melaikan karena manfaatnya yang sudah dapat dirasakan, baik oleh warga Dalwa maupun bukan.

Tentunya sesuatu yang kita sajikan kepada publik insya Allah merupakan suatu hal yang semua manusia butuhkan, yaitu informasi. Tapi berhubung kita adalah Pers dari IAI sekaligus Ponpes Darullughah Wadda’wah, kita hanya menyajikan informasi yang berkaitan dengan keduanya.

Informasi ini tentunya sangat diperlukan bahkan sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi manusia, terkhusus bagi mereka yang ingin mengenal Ponpes Dalwa lebih dalam. Jadi adanya Dalwa Berita di sini menjadi mediator antara Ponpes Dalwa dan Masyarakat luar.

Adapun bagi wali santri, mereka dapat membaca serta menikmati berita terkini seputar Dalwa sehingga tidak serta merta hanya tahu program pembelajaran diniyah dan formal serta administrasinya, melainkan mereka bisa tahu seluk beluk, keadan serta gambaran kegiatan, baik berupa foto maupun video.

Seperti yang telah Dalwa Berita upload dalam website-nya pada tanggal 22 Juli 2022 dengan tajuk “Hibur Santri Baru, Dalwa Ba’alawi Adakan Dalwa Bersholawat”, dalam berita tersebut tergambar jelas keadaan santri yang telah menanti kedatangan tamu asal Suriah, sehingga bisa dikatakan mereka sangat terhibur dan bahagia bisa bersama-sama melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad bersama Ar-Ridwan sebagaimana yang dikatakan salah satu santri yang sempat diwawancara oleh Dalwa Berita.

“Seru banget, ini pertama kalinya saya menyaksikan Ar-Ridwan lebih dekat, biasanya lihat di Youtube sekarang bisa lihat langsung di sini,” ungkap Arif, santri baru asal Pontianak.

Alhasil, jika informasi ini dibaca oleh wali santri yang mana putra atau putrinya menimba ilmu di Pondok Pesantren Dalwa, maka mereka akan merasa tenang dan turut bergembira dengan kebahagiaan santri yang termasuk anaknya juga.

Apabila dibaca oleh alumni dan alumnus, mereka merasa senang dan bangga karena tempat ia belajar dulu telah berkembang pesat, sampai-sampai bisa mendatangkan grup nasyid dari Suriah Timur Tengah sana.

Tak hanya tentang acara dan kegiatan, pada masa Pandemi Covid-19 yang melanda bumi pertiwi, Ponpes Dalwa tentunya dalam keadaan kurang baik sehingga mencetuskan kebijakan serta peraturan-peraturan baru untuk mencegah tersebarnya Covid-19 di lingkungan bahasa Arab itu.

Dalam keadaan tersebut Dalwa Berita tentunya tak berlepas dari kewajibannya. Mereka tetap menjadi mediator antara pihak pesantren dan wali santri atau mereka yang memiliki hubungan dengan pesantren.

Buktinya dalam masa itu Dalwa Berita mengunggah dalam website-nya tentang kebijakan Ponpes Dalwa mulai menggunakan GeNose. Sebelum itu, Dalwa Berita juga memberitakan tentang gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren dalam rangka pencegahan terjadinya penularan Covid-19. Dalam berita yang berbentuk feature news itu menulisankan tentang Pimpinan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, Abuya Al-Habib Zein bin Hasan Baharun yang membangun wastafel di beberapa titik lengkap dengan sabun antiseptik dan hand sanitizer-nya. Tak hanya itu, Abuya juga membagikan kapsul habbatussauda’ kepada seluruh santri untuk memperkuat imun mereka ketika masa pandemi kala itu.

Tersajikannya semua informasi di atas merupakan buah dari hasil kerja keras media LPM Dalwa Berita. Coba kita pikirkan sejenak, apa jadinya bila tak ada media yang memberitakan itu semua? Pastinya akan terjadi miss komunikasi antara pihak wali santri dengan pihak pesantren. Dampaknya, banyak wali santri yang terus-terusan menanyakan keadaan putra atau putrinya di pesantren. Tentunya pihak pesantren khususnya dari para pengurus akan kewalahan jika mereka harus meanggapi para wali santri yang begitu banyak.

Maka di sinilah media dibutuhkan. Coba sedikit menengok lingkup yang lebih luas. Bayangkan jika Indonesia tidak memiliki media untuk menginformasikan atau memberitakan keadaan bangsa ini, tentu masyarakat tak akan tahu bahwa negara kita ini memiliki banyak hutang, mereka juga tak akan tahu bahwa harga minyak goreng melambung tinggi. Dampaknya, mereka tak akan siap menghadapi perubahan keadaan yang terjadi di Indonesia.

Begitu pula dengan adanya media Dalwa Berita itu sendiri. Berita yang disajikan oleh Dalwa Berita juga menjadi jawaban dari pertanyaan masyarakat yang berhubungan dengan Pesantren Dalwa.

Pertanyaannya, bagaimana jika tugas dokumentasi serta pemberitaan itu dihalangi atau bahkan diberhentikan? Tentunya ini akan menimbulkan pertanyaan baru, “Kenapa pers itu dihalangi? Apa ada sesuatu yang disembunyikan di balik itu?” Pertanyaan tersebut pastinya menimbulkan pikiran serta praduga-praduga yang negatif terhadap hal tersebut.

Juga ketika pers dihalangi, maka akan menyebabkan terlewatnya suatu momen atau kejadian yang seharusnya menjadi berita yang disajikan kepada mereka yang ingin mengetahui Dalwa lebih dalam. Bahkan bisa jadi kejadian itu melibatkan pihak ke-3 yang mungkin merupakan orang penting yang harus diketahui informasinya, jika media terlambat atau bahkan terlewat, tentunya akan menimbulkan pertanyaan dari pihak luar. Tidaklah mengapa jika pertanyaannya mengandung sisi positif, jika negatif? Tentunya itu berdampak buruk bagi pesantren.

Maka dari itu, bagi pembaca yang melihat media lagi bekerja atau bertugas, janganlah kalian halangi. Jangan dipersulit. Media itu khidmah dalam mendokumentasikan serta memberitakan keadaan yang sedang dialami oleh Ponpes Dalwa. Media juga menjadi mediator antara pihak pesantren dengan wali santri, sehingga tidak semua hal itu harus ditanyakan kepada pengurus.Gustiawan/red.

Gustiawan Arqi

Malam Jumat

Previous article

IAI Dalwa; Gabungan 2 Elemen Pendidikan yang Berbeda

Next article

Comments

Leave a reply