AsrofiberitaEvent Pondok

Kedatangan Tamu Spesial, Ponpes Dalwa Gelar Dauroh Ilmiyyah

0

Bangil, Dalwa Berita – Ponpes Darullughah Wadda’wah menerima  kedatangan guru besar ternama dari Mortania, Syekh Muhammad Amin Assyinqiti, pada Senin malam (1/8/2022).

Memasuki area pesantren sekitar pukul 19.40 WIB, Syekh Muhammad Amin Assyinqiti dan rombongan disambut oleh seluruh santri dan asatizah dengan lantunan kasidah dan arak-arakan oleh ashab alawiyyin.

Tiba di dalam masjid Bayt Al-Ghaffar, Abuya Habib Zein Baharun, KH. Ihya Ulumiddin, dan Syekh Amin Assyinqiti bersama-sama secara resmi menekan tombol tanda dibukanya acara dauroh ilmiyyah di ponpes Dalwa.

Salah satu perwakilan asatizah, Ustaz Makki Lazuardy, Lc. mengucapkan terima kasih atas kedatangan Syekh dari Mortania itu.

“Kami ucapkan ahlan wa sahlan wa marhaban biqudumikum, kami sangat berterima kasih atas kedatangan antum beserta rombongan,” sambutnya.

Setelah itu, mauizah hasanah disampaikan oleh Syeikh Muhammad Amin Assyinqiti. Beliau mengatakan bahwa seorang tolabul ilmi harus senantiasa murojaah pelajaran dan menghafal matan.

“Kedudukan seorang tolabul ilmi sangat tinggi di sisi Allah swt. Maka, sudah seharusnya bagi seorang tolabul ilmi harus rajin mengulangi pelajaran dan menghafal beberapa matan,” terangnya.

Beliau juga menceritakan tentang metode belajar di daerah asalnya, yaitu sebelum memulai pelajaran santri harus mengulangi pelajaran sebanyak 100 kali atau lebih.

“Metode kami belajar, yaitu dengan mengulangi pelajaran sebelum syekh datang sebanyak 100 kali, 150 kali. Setelah itu, kami disuruh menjelaskan tentang pelajaran yang telah disampaikan olehnya.”

Ustaz Muhammad Jakfar, salah seorang alumni Abuya Sayyid Ahmad mengungkapkan pengalamannya ketika belajar bersama Syekh Amin Assyinqiti.

“Saya 2 tahun mendapati beliau di Mekkah. Beliau seorang ushuliy, dan ahli di bidang ilmu alat yang mencakup mantiq, balagah, nahwu. Abuya Sayyid Ahmad memberikan fasilitas syuqqah dan dan memberikan majal untuk mengajar di Rushaifah di semua kelas. Di luar jam Rushaifah, beliau juga mengajar ulama-ulama Mekkah di sana,” ujar ustaz asal Malang itu.

“Seperti apa yang disampaikan tadi, beliau memberi syarat bagi yang mau mengaji sama beliau sebelumnya harus murajaah dan menghafalnya (juga) gak mau setengah-setengah, dan murajaahnya butuh banyak sekali, pernah saya di kelas tanya kepada Syeikh, ‘Ya Syekh, saya murajaah 10 kali gak bisa hafal.’ Beliau menjawab, ‘bukan 10 kali tapi 100 kali’,“ tambahnya.

Ustaz lainnya, Ustaz Hafiz Riyadi mengatakan bahwa Syekh Amin Assyinqiti adalah seorang ulama yang menghargai waktu.

“Beliau ulama yang sangat on time peduli sama waktu, litolabil ilmi wa tullabil ilmi wa linasyril ilmi. Sebagaimana kita tahu dari muridnya, Syekh Suud,  beliau sampai ngajar di mobil perjalanan dari Madura ke Pasuruan . Ini salah satu pendidikan beliau yang jarang kita dapatkan kecuali dari orang yang mutqinul ilm,” katanya.

Usai ceramah, acara dilanjutkan dengan lagu kasidah yang lantunkan oleh grup Mambaus Shofwah Dalwa dan kemudian diakhiri dengan doa penutup oleh KH. Ihya, Ulumiddin.Asrofi/red.

Asrofi Asfahani

Lomba Hadrah; Media Dakwah Mencintai Nabi Muhammad

Previous article

Mengkader Para Penerus Dakwah Rosulillah, Panitia Muharrom Gelar Lomba Khitobah

Next article

Comments

Leave a reply