AsrofiberitaEvent Pondok

Khataman Kitab Simth Al-Iqyan Bersama Habib Abdullah Al-Muhdhor

0

Bangil, Dalwa Berita – Ponpes Darullughah Wadda’wah menggelar khataman kitab Simth Al-Iqyan Syarah Bughyah Al-Ikhwan wa Riyadlah As-Shibyan karya Syekh Abdullah bin Ahmad Basaudan pada Rabu siang (28/12/2022) di Masjid Baitul Ghaffar.

Khataman tersebut dimulai pada pukul 12.45 WIB dan dihadiri oleh seluruh santri tingkat Aliyah, Mutakhassis dan asatizah, berkumpul mendengarkan kajian kitab dari Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdlor asal Hadramaut, Yaman.

Kajian kitab rutinan yang diadakan setiap hari Rabu tersebut membahas tentang pentingnya penanaman akhlak dan adab semenjak dini. Tak hanya itu, kitab tersebut juga mengupas tentang cara orang tua mendidik dan mengawasi pendidikan putra-putrinya yang sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad saw dan syariat Islam.

Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Muhdhor, pengajar kitab tersebut, menyampaikan tentang perintah pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya yang telah diabadikan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya.

“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka dengan mencegah dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt. dan mentaati segala perintah-Nya serta ajarkan mereka ilmu dan adab,” papar ulama asal Hadromaut, Yaman tersebut.

Beliau juga mengisahkan tentang seorang anak yang tidak berbakti kepada orang tua sebab kesalahan orang tua dalam menunaikan tugas untuk mendidik anak.

Lebih lanjut, beliau juga mewanti-wanti para orang tua agar lebih memperhatikan pendidikan anak-anaknya, terlebih di zaman sekarang di mana berita hoax lebih cepat menyebar. Orang tua diharapkan lebih selektif dan bijak untuk mengakses informasi lewat sosial media.

“Di era ini banyak sekali para pemuda yang pemikirannya disusupi oleh pemikiran Barat. Mahasiswa di perguruan-perguruan tinggi Islam bahkan tingkat doktoral menyebarkan fitnah tanpa disertai dalil yang dibenarkan oleh syariat. Mereka termakan dengan isu-isu yang tersebar di sosial media yang kebenarannya masih samar-samar,” tutur beliau dalam bahasa Arab.

Di akhir acara, Habib Abdullah mengungkapkan bahwa mendidik seorang anak merupakan bentuk riyadhoh terhadapnya.

“Inilah yang dinamakan riyadloh nufus, membersihkan hati dari sifat-sifat tercela dan menghiasinya dengan sifat terpuji. Maka dengan hal tersebut, terbentuklah pribadi anak yang mencintai Allah dan rasul-Nya, karena akal yang sehat terdapat dalam hati yang bersih. Semoga kita diberikan taufik untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dan menjadikan amal itu ikhlas karena Allah swt,” pungkasnya.

Beliau berpesan kepada para santri untuk giat mengkhatamakan kitab, karena hal itu dapat menambah wawasan, keilmuan dan mendapat kedudukan mulia di sisi Allah Swt.

“Setelah mengkhatamkan Al-Quran atau kitab, mulailah kembali dengan membuka lembaran baru dari awal sebab setiap pengulangan akan menambah pengetahuan baru. Membaca kitab pun termasuk amalan yang disukai Allah dan Rasul-Nya. Sungguh tercela bagi seorang penuntut ilmu selama sebulan penuh namun tidak mengkhatamkan satu kitab pun,” ucap beliau kepada Dalwa Berita.

Acara berakhir pada pukul 14.25 WIB, ditutup dengan doa dari beliau dan makan siang berjamaah.

Ustaz Muhammad Idrus, salah satu pengajar di Ponpes Dalwa, merasa termotivasi setelah mengikuti khataman kitab bersama Habib Abdullah Al-Muhdlor.

“Alhamdulillah, kita bisa tahu bagaimana menjaga hati, istiqomah dalam pelajaran, adab dan akhlak yang diajarkan Nabi Muhammad saw,” ungkap beliau.Asrofi/red.

Asrofi Asfahani

Pembukaan Dalwa All-Star, Ingatkan Santri Pentingnya Olahraga

Previous article

Dalami Sejarah Islam HMJ SPI Adakan Cinema Ilmiah

Next article

Comments

Leave a reply