Bangil, Dalwa Berita – Setelah beberapa hari diresmikan launching kitab al-Muhawalah fi Taisiri Kitab Muhawarah (syarah kitab al-Muhawarah karya Abuya Hasan Baharun), Dr. Najib menggelar seminar untuk membedah karyanya secara lebih spesifik. Kegiatan tersebut dihadiri para santri yang telah membeli kitab tersebut dan berlangsung pada Selasa malam (30/12/2025) di Mabna Abuya lantai 9.
Dalam seminar tersebut, Dr. Najib menjelaskan bahwa kitab al-Muhawalah disusun untuk menyederhanakan kitab al-Muhawarah yang dikenal sebagai kumpulan percakapan harian berbasis bahasa Arab.
“Al-Muhawalah kitab sederhana, tuk menjelaskan cara penyusunan jumlah (kalimat berbahasa Arab),” terang beliau.
Lebih lanjut, Dr. Najib memaparkan bahwa kitab al-Muhawalah tidak akan berhenti pada jilid pertama saja, melainkan akan berlanjut hingga jilid kedua, ketiga, dan keempat, meskipun saat ini belum dicetak.
“Kitab al-Muhawarah itu memiliki 2 jilid dan aku jadikan kitab ini (al-Muhawalah) sampai 4 jilid” jelas beliau.
Terkait penerbitan jilid lanjutan, Dr. Najib menegaskan pihaknya masih menunggu izin resmi dari para penerus Abuya Hasan.
“Kami masih menunggu izin langsung dari para penerus Abuya Hasan dalam menerbitkan jilid selanjutnya,” ungkap beliau kepada pers Dalwa Berita.
Dalam paparannya, Dr. Najib juga menilai bahwa karya tulis Abuya Hasan, khususnya kitab al-Muhawarah, memiliki keistimewaan karena mampu masuk ke dalam lini kehidupan para santri di berbagai pondok pesantren di Indonesia.
“Semoga kitab ini bisa bermanfaat sebagaimana kitab aslinya,” harap beliau.
Adapun alasan seminar ini dikhususkan bagi santri yang telah membeli kitab, Dr. Najib menilai jika dibuka untuk umum, kegiatan tersebut tidak akan berjalan efektif.
“Karena santri yang tidak membeli ktiab tidak akan mengetahui infomasi yang ada di dalam kitab,” ucap Dr. Najib.
Acara pada malam itu ditutup dengan sesi penandatanganan kitab oleh Dr. Najiib selaku penulis, dilanjutkan dengan foto bersama para santri berdasarkan daerah masing-masing.
(Dafa/red)

Comments