Bangil, Dalwa Berita – Bersama Syekh Samih bin Jamal al-Kuhali, Kelas 3 Aliyah Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah menggelar khataman kitab an-Nubdzah as-Shughra sekaligus iftitah (pembukaan) pembacaan kitab Dawairul I’adah wa Marotibil Ifadah, karya al-Habib Abu Bakar al-Adni bin Ali al-Masyhur tentang fikih tahawwulat. Acara ini berlangsung pada Rabu malam (07/08/2025) di Mabna Abuya Hasan lantai 2.
Setelah setengah semester berlangsungnya pembacaan kitab tersebut, Syekh Samih berharap agar pembacaan kitab-kitab ini terus dilanjutkan demi memperkuat pemahaman santri terhadap fikih tahawwulat.
“Sudah menjadi kebiasaan guru kami (Syekh Samih), tentang adanya pembacaan kitab-kitabnya guru kita, Almaghfurlah al-Habib Abu Bakar bin Ali al-Masyhur. Karena memang sudah maklum (diketahui), bahwa adanya perkembangan zaman ini perlu ada sesuatu pemecah masalahnya tentu dengan Fiqh Tahawwulat, oleh karena itu butuh sering-sering dibaca,” ungkap Al-Habib Abdurrahman al-Aydrus, selaku murofiq (pendamping) Syekh Samih.
Tahun ini, dua dari lima kitab fikih tahawwulat karya al-Habib Abu Bakar dijadikan permulaan untuk pembacaan lanjutan.
Acara ikhtitam diawali dengan pembacaan bab terakhir dari kitab an-Nubdzah as-Shughra, menuntaskan 24 bab yang sebelumnya telah dibaca dalam pembelajaran kelas.
Usai khataman, Syekh Samih melanjutkan dengan pembacaan kitab berikutnya dan membuka sesi tanya-jawab bersama para santri.
Pada sesi ini, para santri kelas akhir tampak antusias. Bagi mereka, sesi tersebut mampu mendorong pemikiran kritis dan memperdalam pemahaman terhadap isu-isu aktual, sebagaimana disampaikan oleh salah satu santri, al-Habib Bagir Assegaf asal Aceh.
“Dengan pertanyaan-pertanyaan tadi, alhamdulillah nantinya bisa membuat diri kita berkembang dan makin kritis,” tuturnya.
Setelah pembacaan kitab pertama selesai, acara dilanjutkan dengan pembukaan kitab kedua, Dawairul I’adah wa Marotibil Ifadah, diawali dengan pembacaan mathla’ qur’ani yang tertera di awal kitab.
Kemudian, dilantunkan pula bait-bait pujian kepada pengarang kitab yang dipimpin oleh salah satu santri, al-Habib Muhajir al-Haddad.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Syekh Samih al-Kuhali dan al-Habib Abdurrahman Alaydrus, lalu dilanjutkan sesi foto bersama.
Irsyad/red
Comments