beritaGustiawan

Korea Muslim Federation Kunjungi Dalwa hingga Jalin Kerja Sama

0

Bangil, Dalwa Berita –  Pada Sabtu lalu (29/10/2022), Ustaz Syaikhoni Imam selaku perwakilan dari Korean Muslim Federation Busan Branch mengunjungi Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah. Pihak IAI Dalwa menjamu tamu tersebut di Rahat Room, Dalwa Hotel Syari’ah.

Menurut keterangan Dr. Ustaz Imaduddin selaku Wakil Direktur Pascasarjana IAI Dalwa, tamu datang ke IAI Dalwa setelah mengetahui bahwa Dalwa memiliki perkembangan yang cukup bagus. Kunjungan tersebut sekaligus untuk mengadakan kerja sama.

“Mereka dengar tentang pondok pesantren yang perkembangannya cukup bagus adalah Ponpes Dalwa. Kemudian mereka berkunjung ke Dalwa dengan maksud ingin menyampaikan perkembangan Islam dan juga mengadakan kerja sama pengiriman pendakwah dari Indonesia ke Korea,” ucap Ustaz Imaduddin ketika diwawancara pada Kamis (17/11/2022) di Dalwa Hotel Syariah.

Pasalnya, selama ini dai yang diundang ke Korea Selatan hanya bersifat undangan sehingga tidak menyentuh warga setempat secara langsung.

“Sementara ini, dai -dai yang datang ke Korea itu dai yang hanya bersifat undangan, bukan dai-dai yang menetap kemudian berdakwah di sana dengan masa waktu yang cukup lama. Nah, adapun dai-dai yang diundang dari Indonesia itu seperti Buya Yahya, Ustaz Abdul Somad dan termasuk guru kita Habib Segaf. Cuma, mereka itu tidak menyentuh masyarakat Korea secara langsung,” papar beliau menurut penjelasan Ustaz Syaikhoni.

Lebih lanjut, menurut keterangan Ustaz Syaikhoni yang mengatakan, minimnya kemampuan dai akan bahasa Korea merupakan problem besar dalam berdakwah. Pasalnya, selain warga Korea yang tidak berbahasa Inggris, mereka menginginkan adanya seorang ustaz yang tinggal di sana dan mampu berkomunikasi dengan mereka.

“Kata beliau, kendala pokoknya adalah bahasa, karena orang Korea memakai bahasa Korea, tidak bahasa Inggris, kendala selama ini banyak dai-dai itu tidak siap dengan kemampuan bahasa. Orang Korea itu sebetulnya menginginkan ustaz-ustaz dari Indonesia yang bisa berkomunikasi dengan mereka,” lanjutnya.

Mewakili warga muslim Korea Selatan, Ustaz Syaikhoni ingin melihat sendiri perkembangan Islam di Indonesia, sekaligus membangun relasi dengan kemungkinan adanya kerja sama yang bisa dilakukan.

“Jadi Ustaz Syaikhon ini mewakili warga muslimin Korea untuk melihat perkembangan Islam di Indonesia yang menjajaki kemungkinan-kemungkinan kerja sama yang bisa dilakukan, serta melihat potensi untuk pengiriman dari ke negara tersebut,” jelas beliau.

Setelah penyampaian profil Dalwa, perwakilan Korea Selatan tersebut tertarik untuk menyatakan kerja sama terkait pengiriman dari ke sana.

“Setelah kita sampaikan tentang Dalwa, yang mana alumni kita banyak yang mendirikan pondok pesantren dan beberapa majlis ta’lim serta adanya pengiriman guru tugas ke lembaga pendidikan dan tempat-tempat yang diperlukan dai, maka beliau tertarik untuk menyatakan kerja sama yang lebih serius karena memang kebutuhan pendakwah di Korea itu sangat mendesak karena semangat agamanya semakin tinggi sekarang,” papar beliau.

Dengan tingkat bunuh diri yang tinggi, para dai nantinya diharap untuk mengatasi hal tersebut, karena sesuai dengan keterangan dari Ustaz Syaikhoni, ilmu agama dipastikan dapat mengatasi hal tersebut.

“Angka bunuh diri di sana itu besar karena banyaknya problem hidup, sedangkan rohaniyahnya miskin, yang pasti agama akan menjadi solusi nantinya,” ucap beliau.

Di akhir wawancara, Ustaz Imaduddin menuturkan bahwa kerja sama semacam ini harus kerap dilakukan, karena searah dengan IAI Dalwa yang menuju tingkat internasional.

“Kesannya, kerja sama seperti ini harus sering dilakukan searah dengan kiprah kita yang semakin menuju tingkat internasional,” tutur beliau.Gustiawan/red.

Gustiawan Arqi

Divisi Dakwah Ponpes Dalwa Rencanakan Program Lanjutan Pasca KKN di Purwosari

Previous article

Akreditasi Program Studi PAI, Kaprodi Harapkan Nilai Unggul

Next article

Comments

Leave a reply