AsrofiberitaEvent Pondok

Kunjungan Syekh Ali bin Abdurrahman Bahrami ke Dalwa Bahas Pentingnya Membaca Al Quran

0

Bangil, Dalwa Berita – Pengasuh Zawiyah Bahrami Al Ilmiyyah, Syekh Ali bin Abdurrahman Bahrami, bersilaturahmi ke Ponpes Darullughah Wadda’wah pada Rabu siang (18/01/2023).

Sebagai informasi, Syekh Ali bin Abdurrahman Bahrami adalah cucu dari Syekh Sulaiman, murid dari Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad. Sebagai cucu, Syekh Ali juga mengikuti jejak sang kakek dalam berkhidmah dengan Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Hingga kini, Syekh Ali juga aktif mengurus kegiatan di Maqbarah Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Tiba di masjid Baitul Ghaffar pukul 13.25 WIB, Syekh Ali bin Abdurrahman beserta Habib Muhammad bin Thohir Al Haddad, Habib Abdurrahman bin Aqil dan ustaz Abdul Adzim memasuki tempat acara disambut para santri dan asatizah.

Ustaz Abdul Adzim dalam sambutannya menjelaskan tentang pribadi Syekh Ali bin Abdurrahman Bahrami. Beliau menyebut Syekh Ali merupakan sosok syekh yang mahir dalam bidang ilmu qiraat asyrah.

“Beliau adalah guru di Madrasah Al Aydrus. Beliau juga rutin mengajarkan tahsin, dan tatbiq Al Qur’an. Beliau ahli dalam ilmu Qiraat Asyrah, (juga) mengambil sanad keilmuan dari Habib Ali bin Abdullah Al Aydrus yang pernah berkunjung ke sini,” jelas ustaz lulusan Universitas Al Ahqaf, Yaman itu.

Selanjutnya,  Syekh Ali bin Abdurrahman Bahrami menyebut bahwa waktu hari ini termasuk dalam waktu mustajab doa.

“Para ulama salaf sengaja memperbanyak doa di waktu seperti ini. karena tidak dipungkiri bahwa waktu ini adalah waktu terkabulnya doa yaitu setelah dzuhur hari Rabu,” paparnya.

Lebih lanjut, Syekh Ali menjelaskan bahwa seorang alim yang arif billah memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah swt. Mereka dapat menjadikan seorang murid sampai kepada makrifat Allah melalui pandangannya (nazrah). Sebab pandangan itulah, murid memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Habib Abu Bakar bin Ali Masyhur, beliau memiliki guru, Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf. Habib Abu Bakar berkata:”Yang Kami dapatkan dari beliau (selama menuntut ilmu) adalah diamnya lebih banyak daripada geraknya.”. Begitulah didikan di Hadramaut, para ulama mendidik dengan didikan nazrah,” ujar syekh sekaligus dosen Universitas Al Ahgaff itu.

Di samping itu, Beliau juga menyampaikan tentang pentingnya isnad, yaitu  keilmuan yang bersambung sampai ke Rasulullah. Tanpa sanad, orang akan berkata sembarangan. Asas ilmu berasal dari kesinambungan dan keterikatan dengan guru dan sanad Al Quran merupakan sanad yang paling mulia.

“Di Hadramaut, dalam halaqah Al Quran, para murid mengambil sanad dari gurunya sehingga, ia mendapat ikatan secara dzahir dan batin. Qiraah yang berijazah berbeda dengan qiraah yang tidak berijazah. Ada pengaruh besar dalam diri yaitu adanya ikatan yang kuat dengan sang guru.” jelasnya.

Di akhir ceramah, Syekh Ali Bahrami memberikan wejangan untuk para santri agar senantiasa memerhatikan masalah Al Quran.

“Murid harus punya ijazah, hadirnya hati, menghadap kiblat. Perhatikanlah lebih dalam urusan Al Quran. Seorang penuntut ilmu jika salah dalam membaca Al quran, maka ia hina sekali. Apalagi ia seorang penuntut ilmu syariah. Sebab, Al Quran Lebih berhak untuk dimuliakan daripada yang lain. Ini adalah kalamullah, Jika ingin berbincang dengan Allah maka, bacalah Al Quran.” terangnya.

Acara berakhir pada pukul 14.40 WIB, ditutup dengan pemberian ijazah surah Al Fatihah, beserta wirid, zikir, kitab Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad lalu doa penutup darinya.

Syekh Ali bin Abdurrahman Bahrami juga memberikan kesan saat menyampaikan ceramahnya di Ponpes Dalwa. Beliau menyebut bahwa para santri mendengarkan dengan seksama terhadap materi yang disampaikan, walaupun materi qiraah tergolong ilmu yang cukup sulit.

“Di awal kedatangan saya di pesantren ini, Kami merasakan aura salafus salih menyeruak di pesantren yang berkah ini. Hal ini tidak lepas dari keikhlasan niat Sayyidina Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun rahimahullahu. Kemudian dari sisi santri Dalwa, Alhamdulillah kami melihat bentuk perhatian tinggi ketika mengikuti rangkaian kegiatan. Barangkali, mungkin acara yang dibingkai dengan pelatihan qiraah ini baru pertama kali diadakan di sini. Sebab, hakikatnya ilmu qiraah dan tajwid termasuk dalam kategori ilmu yang cukup sulit dipahami. Oleh karena itu, kami sisipi dengan berbagai kisah-kisah menarik agar mereka tetap fokus dengan penyampaian materinya.” ucapnya kepada LPM Dalwa Berita.Asrofi/red.

Asrofi Asfahani

Kumpulan Foto Habib Segaf Baharun Cocok Buat Wallpaper

Previous article

Peresmian Grup Nasyid Hibbun Nabi Dalwa Ba’alawi

Next article

Comments

Leave a reply