EzraOpini

Liburan di Depan Mata, Yakin Sudah Siap?

0

Momen liburan pesantren adalah hal yang sangat amat ditunggu oleh semua santri hampir di seluruh Indonesia. Kenyataan ini sudah tak bisa diganggu gugat lagi adanya. Bahkan, dari awal tahun pelajaran pun banyak santri yang sudah merencanakan agenda-agenda untuk bekal ketika dia pulang nanti, mulai dari agenda traveling, movie marathon, mengisi majlis sampai temu kangen sama si doi yang alesannya sih pengen silaturahmi …. Namun, memang hal itu agaknya telah menjadi suatu kewajiban bagi kita sebagai santri sebelum menginjakkan kaki di lantai rumah. Lho, masa iya?

Santri alias tholibul ilmi adalah sebuah tugas sekaligus profesi yang amat mulia. Saking mulianya, Al-Qur’an dan hadits Nabi pun turun tangan menjelaskan kemuliaan seorang santri. Bahkan betapa banyak keterangan para alim ulama yang menjelaskan keagungan derajat seorang santri. Tak ayal jika para salafussoleh sampai mengarang kitab-kitab yang dikhususkan membahas seputar tholibul ilmi. Sebut saja kitab Ta’limul Muta’allim karangan Syekh Az-zarnuji atau Hilyah Thalibul Ilmi karya Syeikh Al-Utsaimin dan masih banyak lagi.

Menyikapi hal ini, Habib Ali Ridho Baharun pernah berpesan dalam salah satu tausiyahnya. Beliau mengatakan bahwa santri merupakan bentuk nama baik seorang thalibul ilmi yang sudah seharusnya dijaga. Jika diibaratkan, gelar santri adalah pakaian bersih yang Allah anugerahkan kepada seorang thalibul ilmi. Maka saat pulang ke rumah nanti, jika pakaian tersebut dijaganya baik-baik, tentu akan membuat dirinya dihormati, disegani bahkan diikuti nasehat-nasehat dan petunjuknya. Namun sebaliknya, jika dia malah mengotori pakaian tersebut dengan noda-noda maksiat, dosa dan akhlak yang buruk, maka siapa yang sudi mendekatinya jika bukan orang yang sama kotornya juga?

Sudah seyogyanya seorang santri yang telah dikaruniai derajat yang lebih tinggi agar menjadi sosok yang mengayomi bagi orang lain. Karena mau tidak mau, kitalah yang akan dijadikan role model bagi para orang tua di lingkungan rumah dalam mendidik anak-anak mereka. Oleh karena itu, masa-masa kita belajar dan ujian di pesantren itu hanyalah sekedar gladi bersih. Pada saat liburanlah masa-masa pembelajaran yang sebenarnya dan ujian yang hakiki dimulai. Jika saat liburan saja kita tidak lulus dalam mengambil hikmah dan melewati ujian, maka jangan harap kita mendapatkan hasil yang membuat hati lega di hari esok.

Dalam perkara ini, Allah Ta’ala memberi kita isyarat melalui firmanNya dalam Al-Qur’an surah Al-Insyirah ayat ke-8:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Sebagai santri yang cerdas, tentu kita harus menghabiskan waktu liburan dengan hal-hal yang bermanfaat. Jangan sampai kita pulang ke rumah hanya menjadi beban bagi orang rumah aja. Nah, ini adalah beberapa tips supaya waktu liburan kita tidak menjadi liburan yang unfaedah:

  1. Buat Jadwal Agenda-Agenda Wajib yang Harus Diutamakan

Yang pertama ini memang sepertinya agak sepele, tapi bukan berarti boleh dilupakan. Agenda-agenda wajib mulai dari quality time bersama keluarga, sowan ke rumah guru-guru sampai silaturahmi ke kawan lama itu juga perlu kita agendakan. Tujuannya supaya kita tahu mana dulu yang harus kita prioritaskan dibanding dengan kebutuhan sekunder kita.

  1. Manage Waktu Kita Selama 24 Jam dengan Sebaik-Baiknya

Kebiasaan 90% santri waktu sampai di rumah yaitu lupa waktu. Saking serunya menyelam di dunia maya sampai lupa kalau mereka hidup di dunia nyata. Ini adalah hal yang paling tidak diharapkan dari diri seorang santri. Maka seharusnya kita melatih diri kita dari sekarang untuk menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif dan melibatkan aktifitas badan serta pikiran.

  1. Menyiapkan Bekal yang Dibutuhkan Masyarakat Sekitar

Sebagai anak pondokan, tentu yang pertama dibutuhkan orang sekitar dari diri kita adalah ilmu agamanya. Walau mungkin kita bukan faiz kelas atau mutafawwiqin, setidaknya kita juga harus siap jika tiba-tiba disuruh ceramah, memimpin tahlil, atau sekedar baca wirid setelah selesai sholat. Apalagi muthola’ah kitab, baik bagi kita yang punya majlis ataupun tidak, itu adalah hal yang wajib. Karena inti dari selama kita belajar di pondok ini adalah ilmu ukhrowinya.

  1. Memperbagus Akhlak dan Siap Berkhidmah Kepada Siapa Saja Tanpa Pamrih

Tak ada orang tua yang menginginkan anaknya menjadi copet di bis kota. Makannya, salah satu alasan orang tua membiarkan kita hidup di pesantren adalah supaya kita menjadi orang yang berakhlak indah seperti Baginda Rasulullah saw.. Jangan sampai dengan adanya kita di rumah malah mempersulit pekerjaan orang tua, ekonomi apalagi psikis mereka. Hal yang paling wajib kita lakukan ketika di rumah adalah membantu orang tua, menyenangkan hati mereka dan menunjukkan kerpibadian seorang santri yang berakhlakul karimah. Jangan lupa untuk khidmah kepada sesama, baik itu rakyat biasa, orang ternama atau organisasi masyarakat sekalipun. Karena Nabi yang kita jadikan panutan adalah sosok yang tak pandang bulu, warna kulit ataupun suku bangsa dalam hal tolong-menolong.

  1. Manfaatkan Waktu Istirahat Semaksimal Mungkin

Yap, karena tujuan kita dipulangkan selama liburan adalah untuk merehatkan diri, badan dan pikiran. Maka tak apa jika kita mau rebah-rebahan di rumah atau nongki sama temen-temen tongkrongan. Jangan sampai juga karena padatnya agenda-agenda kita, waktu istirahat malah jadi terabaikan. Apalagi kita lupakan ibadah dan kewajiban kita yang harus diutamakan cuma gara-gara alasan rohah.

Nah, itulah 5 tips yang patut untuk dicoba oleh para santri yang akan pulang ke kampung halamannya nanti. Jangan sia-siakan waktu liburan ini, karena liburan adalah salah satu ladang untuk melatih diri kita dalam mempersiapkan hidup di masa depan serta merealisasikan impian-impian kita yang belum tercapai. Liburan bisa menjadi emas bagi mereka yang mampu memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Namun bisa juga hanya menjadi sampah bagi mereka yang menyia-nyiakannya.Ezra/red.

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

Haul Abuya Al-Maliki ke-18, Salam Rindu di Rintikan Hujan

Previous article

Berlangsung Sengit, Ini Juara Pertama Voli dan Futsal ORDA Dalwa 1443 H

Next article

Comments

Leave a reply