beritafeature

Skripsi Tak Lagi Ribet: Teknologi Pendukung di Microsoft Word yang Jarang Dimanfaatkan

Stop Joki Skripsi, HMPS PAI Gelar Pelatihan Microsoft Word sebagai Solusi
0

Bangil, Dalwa Berita – Hampir semua pelajar hingga pengajar tak pernah benar-benar lepas dari Microsoft Word. Aplikasi ini menjadi teman setia dalam menyusun berbagai tulisan, mulai dari dokumen pembelajaran, artikel, hingga skripsi.

Namun di balik perannya yang vital, Word kerap pula menjadi sumber keputusasaan. Terutama bagi mahasiswa yang sedang bergulat dengan skripsi.

Dari menyusun daftar isi, sitasi, hingga struktur tulisan, semuanya sering dikerjakan secara manual dan memakan waktu. Tak jarang, proses menulis terasa lebih melelahkan daripada riset itu sendiri. Lantas, adakah alat yang bisa meringankan beban tersebut?

Pertanyaan itu setidaknya terjawab dalam Diklat Microsoft Word yang disampaikan oleh Ust. Kuzairi, M.Pd., yang digelar oleh HMPS PAI di Mabna Abuya Hasan Baharun lantai 3. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta untuk melihat Microsoft Word lebih dalam  sebagai alat mengetik, melainkan sebagai sistem kerja yang menyimpan banyak fitur pendukung.

“Walaupun hal ini mungkin dianggap sederhana, kalau kita gali lebih dalam, itu akan memberikan banyak manfaat,” ujarnya.

Dalam sesi tersebut, Ust. Kuzairi menyoroti beberapa aplikasi dan fitur pendukung yang kerap luput dimanfaatkan, seperti Mendeley, Zotero, dan Artificial Intelligence (AI).

Mendeley, misalnya, diperkenalkan sebagai pengelola referensi yang sangat membantu dalam pencarian sitasi dan penyusunan kutipan. Dengan aplikasi ini, mahasiswa tak lagi direpotkan mencari nama penulis atau menyusun daftar pustaka secara alfabetis semuanya dapat diatur secara otomatis dan rapi.

Zotero pun memiliki fungsi serupa. Bedanya, aplikasi ini lebih unggul dalam fleksibilitas sumber terbuka, manajemen referensi berbasis web, serta kontrol yang lebih luas terhadap sumber daring.

Keduanya menjadi solusi praktis bagi mahasiswa yang selama ini tersandera oleh urusan teknis penulisan.

Tak kalah menarik, pembahasan juga menyentuh peran AI dalam penulisan karya ilmiah.

Mulai dari membantu menyusun gambaran tulisan, merangkum materi, hingga memberi gambaran awal sebuah pembahasan. Namun, Ust. Kuzairi menegaskan bahwa AI bukan alat untuk sekadar “copy-paste” tanpa proses berpikir.

“AI bisa digunakan selama mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya. Ia pun menambahkan, “AI bisa membantu kita, tapi tidak bisa menggantikan kita.”

Melalui diklat ini, peserta diajak untuk memahami bahwa menulis bukan hanya soal kemampuan merangkai kata, tetapi juga tentang kecakapan memanfaatkan teknologi.

Dengan penggunaan alat yang tepat dan bijak, proses penulisan karya ilmiah tak lagi menjadi beban, melainkan ruang belajar yang lebih efisien .

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

UII Dalwa Gelar Asesmen Lapangan Pembukaan Prodi Doktor MPI

Previous article

Kemenag RI Gelar Rapat Koordinasi Pengembangan Akademik PTKIS di Dalwa

Next article

Comments

Leave a reply