AfdillahOpini

Mengapa Lebih Memilih Menjadi Seorang Jurnalis?

0

Berprofesi sebagai seorang jurnalis memang terkadang kurang dilirik dan diperhatikan oleh beberapa orang. Padahal peran jurnalis ini sangat penting bagi kehidupan kita, selain menjadi penyalur informasi ke publik, jurnalis juga menjadi orang yang sangat kritis terhadap suatu kebijakan yang diambil pemerintah. Hal ini sangat penting untuk menjaga kondisi bangsa agar tetap kondusif.

Sikap kurang perhatian terhadap jurnalis sendiri tak hanya dapat dilihat di lingkungan masyarakat saja, bahkan di dalam kampus sendiri banyak mahasiswa kini kurang perhatian terhadap Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang ada di kampusnya dengan berbagai macam alasan, sehingga LPM sebagai wadah bagi jurnalis muda mahasiswa seakan sedang mati suri keberdadaannya.

Banyak juga mahasiswa yang enggan untuk turut andil memberitakan informasi kampus dengan bergabung ke dalam LPM. Padahal, LPM ada untuk menjembatani mahasiswa dengan atasannya, sehingga semua keluhan dan permasalahan akan sampai dan cepat diatasi.

Di antara alasan mahasiswa enggan bergabung ke dalam organisasi LPM adalah karena faktor kerja mereka yang melelahkan, belum bisa membagi waktu, hingga ada yang berdalih menjadi aktivis di LPM itu tidak ada yang bisa dibanggakan. Jurnalis di LPM lebih banyak bekerja di belakang layer alias kurang terlihat oleh khalayak sehingga terkesan biasa saja.

Banyak yang belum mengetahui bahwa menjadi jurnalis atau orang yang bekerja di Lembaga pers itu memiliki keuntungan tersendiri yang tidak bisa di dapati oleh semua orang, di antaranya yaitu:

  1. Bisa bertemu orang-orang penting dengan mudah

Keinginan untuk bertemu orang-orang hebat dalam berbagai bidang terkadang terbesit di hati agar bisa termotivasi dan mengambil banyak pelajaran darinya. Dengan menjadi jurnalis, seseorang bisa mewujudkannya. Karena berprofesi sebagai jurnalis bisa mewawancarai orang-orang besar, seperti ulama, pejabat atau pengusaha.

  1. Bisa menambah wawasan

Saat seorang mendapat kesempatan meliput di acara-acara seminar, maka secara tidak langsung sang jurnalis turut ikut menyimak dan mendapat banyak ilmu dari materi yang disampaikan narasumber.

  1. Bisa menjadi kesempatan untuk melatih keberanian dan public speaking

Menjadi jurnalis dituntut untuk memberikan informasi yang akurat kepada para pembaca. Maka dari itu, perlu adanya wawancara agar tidak ada kesamaran atau ketidak akuratan terhadap berita yang ditulis. Dalam wawancara tokoh atau orang besar terkadang ada sedikit rasa nerveus atau gugup yang tiba-tiba muncul sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengatur kata-kata yang akan ditanyakan. Dengan seringnya jurnalis mewawancara orang lain, maka rasa gugup tersebut akan hilang dengan sendirinya.

  1. Bisa menambah relasi

Seringnya seorang jurnalis mencari informasi dengan mewawancara orang atau tokoh menjadikan sang jurnalis dikenal oleh orang atau tokoh tersebut.

  1. Makanan enak menjadi rutinitas

Bukan hanya mengisi otak, perut juga harus diisi agar kenyang, sehat dan kuat dalam bekerja. Melalui profesi ini kita terkadang mendapat hidangan yang sudah disiapkan pada sebuah pertemuan pers, acara perkumpulan atau dari pejabat yang mengundang. Namun, jika tidak ada makanan pun, jurnalis masih tetap bisa mengisi perutnya dengan makanan yang ia inginkan. Karena seorang jurnalis yang melaksanakan tugasnya sudah diberi ongkos dan uang makan agar pelaksanaan liputan bersih dari pengaruh siapaun.

  1. Bisa berpetualang ketempat baru secara gratis

Berprofesi sebagai seorang jurnalis tidaklah membosankan, karena jurnalis tidak seperti kebanyakan profesi lain yang sehari-harinya bekerja di dalam ruangan. Jurnalis bekerja di lapangan dan terkadang kita mendapat liputan di tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Dengan ini, selain kita bisa mempelajari hal-hal baru yang kita lihat saat kita meliput, tetapi kita sudah mendapat pengalaman mengunjungi tempat tersebut.

Masih banyak lagi keuntungan dan kelebihan ketika kita menjadi seorang jurnalis. Poin-poin di atas menunjukkan bahwa berprofesi menjadi seorang jurnalis itu bukanlah suatu hal yang luar biasa dan tidak bisa dianggap rendah. Meski memang jurnalis lebih banyak bekerja di balik layar, tapi buktinya kinerja mereka juga tak kalah dengan profesi-profesi yang lain. Sebegitu hebatnya profesi jurnalis ini hingga ada sebuah perkataan yang mengatakan “Siapa orang yang bisa menguasai media dialah penguasa dunia,”. Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2022! Teruslah berkarya, menyajikan informasi yang berkualitas, mencerdaskan, serta jadilah akselerator perubahan.Afdillah/red.

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

Tentang Paket untuk Santri, Petugas Ingatkan Prosedurnya

Previous article

Tumbuhkan Keberanian Menulis, Dalwa Berita Adakan Kuliah Jurnalistik

Next article

Comments

Leave a reply