beritaEvent PondokTaslim

Mengkader Para Penerus Dakwah Rosulillah, Panitia Muharrom Gelar Lomba Khitobah

0

Bangil, Dalwa Berita – Untuk melatih para santri dalam bidang dakwah, panitia Muharram 1444 H adakan Lomba Khitobah (Pidato) bahasa Arab & Indonesia pada Selasa sore (2/8/2022) di Masjid Baitul Ghoffar dan ruang Pascasarjana S2.

Tujuan utama diadakannya perlombaan tersebut adalah untuk menggali potensi santri dalam berdakwah.

“Jelas! Kita ingin menggali potensi-potensinya anak didik Abuya (santri Dalwa) yang mereka notabanenya hidup mencari ilmu untuk disebarkan lagi kepada orang-orang yang ada di luar sana,” ucap Muhammad Zein Al-Munawwar, penanggung jawab lomba tersebut.

Lomba tersebut juga termasuk dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam 1444 H.

“Bersamaan dengan itu memang kita sedang mengisi atau memeriahkan hari-hari Muharram yang menjadi tahun baru Islam,” lanjutnya.

Ia berharap, semoga para peserta bisa menjadi orang-orang yang dibanggakan Rosulullah saw. dan meneruskan dakwahnya serta menyebarkan ilmu yang telah mereka dapatkan.

“Harapan kita, semoga mereka menjadi orang-orang yang dibanggakan oleh Nabi saw. yang bisa meneruskan dakwahnya dan melanjutkan estafet keilmuan dari guru, terutama yang yang kita dapat dari Abuya Zein, Abuya Hasan dan para assatidzah lainnya,” harapnya.

Peserta lomba tersebut terdiri dari 8 orang yang mewakili dari semua gedung asrama yang ada di Dalwa pusat. Lomba dimulai dari pukul 16.20 s/d 18.10 WIB.

Lomba terbagi menjadi 2 bagian; pidato bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Kriteria penilaian dari keduanya tidak jauh berbeda, yaitu dari segi kelancaran penyampaian, intonasi dan ekpresi yang sesuai dengan materi. Hanya saja, dalam pidato bahasa Arab dinilai dari pengucapan makhorijul huruf, dan dalam pidato bahasa Indonesia lebih menilai pada materi yang disampaikan karena dalam pidato bahasa Indonesia itu peserta diberi kebebasan dalam merancang materi.

Ustaz Muhammad Nizar selaku juri mengungkapkan, dalam event perlombaan ini ada misi yang tersirat yaitu misi pengaderan, sebagaimana yang telah diucapkannya kepada pers, Dalwa Berita.

“Panitia dalam pembuatan event lomba ini sebenarnya ada misi yang tersembunyi yang gak disadari, yaitu misi tau’iyyah (kaderisai). Jadi, dengan lomba ini para peserta itu secara gak sadar bakal dikader,” tukas beliau.

Muhammad Dwi Fahmi Hidayatullah selaku peserta tergerak untuk mengikuti lomba ini karena semangat yang diberikan teman-temannya dan semangatnya untuk berdakwah ketika telah terjun ke masyarakat.

“Dari semangatnya teman dan juga dari semangat dari kita sendiri buat kita latihan untuk dakwah di luar, karena kalau belum ada mental, ilmu itu hilang sia-sia,” ucapnya.Taslim/red.

Gustiawan Arqi

Kedatangan Tamu Spesial, Ponpes Dalwa Gelar Dauroh Ilmiyyah

Previous article

Fotografi

Next article

Comments

Leave a reply