AfdillahberitaEvent Pondok

Muhadharah Maidaniyah Ajang Santri Berlatih Ceramah

0

Bangil, Dalwa Berita – Para santri memenuhi lapangan Dalwa pada Ahad malam (30/1/2022) untuk menghadiri Tamrin Muhadharah Maidaniyyah yang diselenggarakan oleh Divisi Dakwah Pusat di lapang utama Ponpes Dalwa.

Kegiatan rutin ini diselenggarakan guna melatih dan mengembangkan keterampilan berbicara santri di depan umum dengan menggunakan bahasa yang berbeda-beda.

Dalam latihan ini, Muhadarah Maidaniyyah bertema “Membentuk Generasi Millenial yang Berilmu dan Berakhlakul Karimah” karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan dapat diiplementasikan di kehidupan sehari-hari.

“Meskipun hanya latihan, santri dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-harinya yang berilmu dan berakhlakul karimah. Kita lebih mengambil konteks yang kekinian agar santri juga bukan hanya keilmuan agama saja, tapi formalitas juga diterapkan,” ucap Irfan Ilham selaku pengurus bagian Muhadharah Maidaniyyah Divisi Dakwah Pusat.

Adapun santri yang mendapat gilirian praktek ceramah pada latihan muhadharah kali ini adalah para santri yang bermukim di Rayon Aitam Bawah karena sesuai dengan jadwal giliran yang telah diagendakan. Mereka juga menghadirkan Ustaz Shoim sebagai salah satu juri pada latihan ini.

Dalam menilai penampilan ceramah santri, salah satu juri Muhadharah Maidaniyyah, Ustaz Shoim menilai bahwa penampilan santri cukup bagus. Hal ini dapat menjadi bekal untuk berdakwah di masyarakat.

“Cukup lumayan, berani tampil supaya ada pemanasan di masyarakat meskipun dalam bacaannya, dalam segi lafaz, harakat dan tajwid ada yang kurang,” komentarnya.

Ustaz Aidi Mahmud selaku salah satu juri juga mengatakan bahwa setiap penampilan pasti ada kelebihan dan kekurangannya.

“Penampilan malam ini bagus tapi yang (jadi) kekurangannya adalah tidak sesuai dengan maudu’ (tema),” ujarnya.

Beliau berharap untuk muhadharah selanjutnya para santri dapat lebih siap untuk menampilkan ceramahnya.

“Harapan selanjutnya lebih berkembang, lebih siap. Mereka harus belajar dulu dari yang tua dari segi nahwu dan bahasa Arabnya,” pungkasnya.

Rahmat Purnomo mengatakan bahwa dirinya terkesan dengan penampilan santri malam itu.

“Saat memberikan ceramah bahasa daerah, seakan-akan memberikan atmosfer yang berbeda karena dengan mimiknya saja sudah memberikan ketertarikan tersendiri,” tuturnya.Asrofi/red.

 

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

Prodi HKI IAI Dalwa Adakan Praktek Simulasi Sidang Perkara

Previous article

Comments

Leave a reply