beritaIkatan Santri DaerahTaslim

Pelajari Ilmu yang Jarang Diminati, Rotib Pasundan Helat Seminar Pengurusan Jenazah

0

Bangil, Dalwa Berita – Ikatan santri daerah Rotib Pasundan helat  seminar praktikum pengurusan jenazah di Ravva Room, lantai 6 Dalwa Hotel Syari’ah pada Kamis sore (4/8/2022).

Acara tersebut dimulai dari pukul 15.10 s/d 20.20 WIB yang diikuti oleh 150 peserta yang terdiri khusus dari anggota Rotib Pasundan sendiri, mereka dikenakan tarif Rp60.000,00./orang.

Tujuan seminar tersebut agar santri Dalwa Rotib Pasundan sudah siap untuk mengurusi jenazah saat terjun ke masyarakat kelak.

“Agar santri-santri nih di luar nanti, ketika ada yang meninggal, dia siap untuk memandikan jenazah,” ucap Ahmad Saefuddin selaku ketua panitia pelaksana seminar.

Seminar tersebut terbagi menjadi 2 sesi, sesi pertama adalah sesi penyampaian materi yang dibawakan oleh Ustaz Bahri Setiawan.

“Bila kalian ingin menjadi orang yang bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, maka pelajarilah ilmu yang jarang diminati tapi sangat dibutuhkan. Tajhizul mayyit (pengurusan mayit) ini termasuk yang jarang (diminati), tapi sangat dibutuhkan,” ujar beliau sembari mengutip perkataan Habib Segaf Baharun.

Beliau terkesan dengan antusias santri-santri dan semangat mereka untuk mempelajari ilmu kepengurusan jenazah.

“Alhamdulillah kita senang karena melihat semangat serta antusias anak-anak (santri) itu dalam mempelajari ilmu ini yang berhubungan dengan jenazah, karena kita anggap ini penting. Kita senang,” kesan beliau.

Berlanjut pada sesi ke-2, yaitu praktikum pengurusan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani dan mengkuburkan secara sekadarnya saja yang dilaksanakan setelah Ishoma Magrib (Istirahat-Salat-Makan) yang dinarasumberi oleh Ustaz Muhammad bin Yahya.

Sebelum praktik, beliau mengatakan betapa pentingnya belajar tajhizul mayyit ini.

“Yang pertama merupakan fardhu kifayah, dan yang kedua merupakan salah satu sarana untuk dakwah karena untuk dakwah itu sebelum kita terjun menasehati umat, kita terlebih dahulu tahu bagaimana cara mengambil hatinya umat,” ucap beliau.

Pengurusan jenazah ini menjadi salah satu sarana dakwah di masyarakat agar mereka tertarik hatinya pada pendakwah tersebut.

“Ketika kita sudah menjadi orang punya jasa di masyarakat tentunya mereka akan menaruh kita di hati mereka, sehingga kapan kita menasehati, tampil di dalam ceramah, khutbah dan sebagainya ataupun dimintai pendapat maka mereka akan lebih menerima,” lanjut Ustaz Muhammad.

Ustaz Muhammad juga berpesan untuk para peserta dan berharap agar para santri tidak hanya belajar mempraktekan tapi juga mengajarkannya pada masyarakat nantinya.

“Hendaknya mempelajari lebih lanjut materinya karena kematian itu sewaktu-waktu terjadi. Jadi, mau gak mau kita harus siap sebelumnya. Mereka itu tidak hanya belajar mempraktikan, harapannya juga mereka bisa mengajarkannya di masyarakat nanti, dan merupakan sarana buat dakwah bagi mereka semua,” harap beliau kepada para peserta.

Di sisi peserta yang mengikuti seminar tersebut merasa senang karena jarangnya praktikum kepengurusan jenazah.

“Senang banget karena memang ini penting banget, tentang tajhizul mayyit ini jarang ada orang yang benar-benar fokus dan menguasai,” ungkap Zidan Husni, santri asal Banten itu kepada pers Dalwa Berita.

Agil Saputra sebagai mediator praktikum kepengurusan jenazah berharap dengan kerelaannya agar para peserta memahami dan tergambar bagaimana mengurusi mayit yang benar menurut syariat.

“Bisa menjadikan paham bagi teman-teman dan tergambar, biarkanlah saya yang menjadi mayitnya, yang penting kalian semua paham dalam tata cara mengurusi mayit yang benar menurut syariat,” harap santri asal Karawang itu.Taslim/red.

Gustiawan Arqi

Closing Festival Muharram Sukses Menghibur Para Santri

Next article

Comments

Leave a reply