AfdillahberitaRamadhan

Pengurus Paket Santri: Batas Akhir Pengiriman Paket Hari Rabu Depan

0

Bangil, Dalwa Berita Pengurus paket para santri Ponpes Darullughah Wadda’wah Pusat menerapkan jam operasional baru selama bulan suci Ramadhan.

Koordinator pengurus paket, AlAkh Fauzan, menuturkan pihaknya saat ini hanya melayani penerimaan paket pada waktu yang telah ditentukan, yaitu dari ba’da Zuhur hingga pukul 01.00 WIB dini hari.

“Jam operasional selama Ramadhan itu dari mulai ba’da Zuhur sampai jam satu malam. Jadi bagi orang tua yang ingin mengantarkan langsung titipannya atau orang tua yang mengirim paket, kami hanya menerima dari ba’da Zuhur sampai jam satu malam,” ungkapnya kepada Dalwa Berita, Kamis (14/4/22).

Beliau menuturkan selama bulan suci Ramadhan ini paket yang datang ke pondok didominasi dengan makanan dan barang-barang untuk perpulangan santri.

“Untuk selama Ramadhan ini paket didominasi sama makanan-makanan, sama barang-barang persiapan untuk pulang-pulangan, seperti sendal misalnya,” ujarnya.

Adapun untuk akhir pengiriman paket sendiri, pihak pengurus akan menutupnya pada Rabu malam Kamis, 20 April 2022 mendatang untuk persiapan perpulangan santri.

“Batas akhir pengiriman paket hari Rabu malam Kamis depan, itu sudah paling mentok-mentoknya karena Kamisnya sudah sibuk sama persiapan-persiapan,” tegasnya.

Lebih lanjut, bagi yang ingin mengirimkan titipan atau paketnya ke pesantren, agar dapat mengira-ngirakan sampainya paket itu sesuai dengan batas waktu akhir yang telah ditentukan, karena pihaknya khawatir tidak ada yang bertanggung jawab jika terdapat paket yang tidak sampai ke penerima lantaran melebihi batas waktu.

“Jadi bagi pengirim paket harus bisa mengira-ngirakan, kalau sekiranya gak bakal sampai pada batas akhir waktu yang sudah ditentukan (Rabu malam, 20 April 2022) lebih baik gak usah, karena khawatir nanti di sini gak ada yang jaga, nanti gak ada yang tanggung jawab atas paket tersebut,” tambahnya.

Di akhir pembicaraan, beliau juga mengingatkan bagi para orang tua yang mengirimkan paket agar memberikan nama lengkap yang jelas (bukan nama panggilan), bahkan disarankan untuk mencantumkan nomor telepon pengirim, karena hingga kini hal tersebut yang kerap menjadi permasalahan di pengurus.

“Bagi orang tua yang mengirimkan paket agar menuliskan nama anaknya dengan nama lengkap yang jelas, bukan nama panggilannya. Kalau memang tahu, kamarnya ditulisin kamarnya, juga kalau bisa orang tua kasih nomor teleponnya di paket. Jadi semisalnya ada nama yang belum jelas, kita bisa telepon orang tuanya,” pungkasnya.Afdillah/red.

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

Malam Puncak Semifinal Pertandingan Voli dan Futsal Berlangsung Sengit

Previous article

Yayasan Amanah Malaysia Undang Dalwa Hadir Haul Abuya Maliki Secara Virtual

Next article

Comments

Leave a reply