berita

Peringati Hari Kemerdekaan, Santri Baru Dalwa Ikuti Seminar Kebangsaan

Peringati Hari Kemerdekaan, Santri Baru Dalwa Ikuti Seminar Kebangsaan
0

Bangil, Dalwa Berita – Hari Ahad, 17 Agustus 2025, menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengenang kemerdekaan Ibu Pertiwi yang telah berlalu delapan dekade lalu, ketika Presiden Soekarno secara resmi memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

Untuk memperingati Hari Kemerdekaan, Qismu Barnamij (divisi acara) berkolaborasi dengan pengurus santri baru 1447 H mengadakan seminar kebangsaan khusus bagi para santri baru. Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta dengan tema “HUT RI Ke-80: Santri untuk Ibu Pertiwi”, yang berlangsung pada Senin sore, 18 Agustus 2025, di lantai 9 Mabna Abuya Hasan Baharun.Rakai Hino Galeswangi pada seminar kebangsaan

Ustaz Rakai Hino Geleswangi selaku narasumber sekaligus dosen Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah mengungkapkan bahwa tema tersebut dipilih untuk menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan para ulama, santri, dan laskar Islam di Nusantara.

“Dipilihnya tema ini itu, pertama karena untuk anak pondok, yang kedua karena bertepatan dengan kemerdekaan. Dan fakta historisnya itu, tanpa bantuan para santri waktu itu, dan tanpa bantuan dari laskar-laskar, terutama dari laskar Hizbullah dan Sabilillah, ya, Indonesia gak bisa merdeka. Itulah faktanya,” ungkap Ustaz Rakai saat diwawancarai tim Dalwa Berita.Rakai Hino Galeswangi pada seminar kebangsaan

Seminar ini bertujuan memperluas wawasan para santri tentang tanah air sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme. Hal tersebut sejalan dengan keinginan Mudirul Ma’had agar santri Dalwa mencintai Ibu Pertiwi, sehingga pondok tidak hanya dikenal dari sisi keislamannya, tetapi juga dari semangat kebangsaannya.

“Yang jelas, tujuannya adalah untuk meluaskan, atau mengembangkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme dari santri-santri Dalwa. Pendiri, Abuya Hasan, dan anaknya, Abuya Zein, menginginkan anak-anak selain santri juga bisa mencintai Indonesia, supaya tidak diklaim bahwa Dalwa itu terlalu ekstrem. Maka dari upacara kemerdekaan yang dipimpin langsung oleh Abuya Zein kemarin, dengan adanya seminar ini, itu menunjukkan kalau Dalwa mengedepankan etika nasionalisme,” ucapnya.

Meski dengan persiapan sederhana, Ustaz Rakai tetap mengapresiasi panitia pelaksana yang berhasil menyelenggarakan seminar kebangsaan dengan baik. Beliau berharap kegiatan serupa dapat lebih sering diadakan agar santri tidak buta sejarah dan selalu mengingat bahwa kemerdekaan bangsa ini juga dibangun atas darah dan pengorbanan para ulama serta santri.

“Kesannya sangat istimewa sekali, walaupun persiapan anak-anak tidak terlalu ‘wah’, tapi mereka cukup mumpuni dalam menyiapkan acara sehingga terlaksana dengan baik. Minimal inti dari acara ini bisa tersampaikan kepada peserta. Minimal anak pondok itu bisa paham arti kemerdekaan yang ternyata dilatarbelakangi oleh jasa-jasa para santri. Harapannya, lain kali kalau ada acara nasionalisme, sering-sering membuat kajian nasionalisme dan historiografi penulisan sejarah semacam ini, sehingga semua santri di sini tidak buta akan sejarah Indonesia,” terang beliau.

Di akhir, beliau berpesan agar para santri tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

“Pesannya, jangan lupakan sejarah, seperti yang dikatakan Bung Karno: Jasmerah! Jangan lupakan sejarah.”

(Nur/red)

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Penutupan Muhadhoroh Maidaniyah: Ajang Asah Mental dan Skill Dakwah

Previous article

Closing PKKMB 2025, Membawa Kesan Haru bagi Mahasiswa Baru

Next article

Comments

Leave a reply