Bangil, Dalwa Berita – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII Dalwa) menggelar sosialisasi dan pembekalan terkait KKN, PPL, dan PKL bagi seluruh mahasiswa calon peserta KKN 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa petang (12/8/2025) di Mabna Abuya Hasan lantai 2 dan lantai 9.
Acara diisi oleh tiga narasumber. Sesi pertama menghadirkan Ustadz Dr. Achmad Djuaini, M.Pd., dan Ustadz Samsul Huda, M.Pd. Sementara sesi kedua dibawakan oleh Ustadz Dr. Achmad Sulthon, M.Pd.
Sosialisasi ini memuat informasi awal seputar kondisi dan lokasi KKN, serta program kerja yang akan dijalankan nantinya. Sebagaimana disampaikan Ketua LPKM (Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat) UII Dalwa, Dr. Achmad Djuaini, M.Pd.,
“Sosialisasi ini, kita kaitkan dalam kegiatan KKN itu untuk memberikan kepada mahasiswa informasi awal dengan kondisi KKN, kemudian juga kesiapan-kesiapan kita, kemudian juga beberapa program kerja terkait dengan tematik yang kita lakukan pada tahun ini.”
Persiapan KKN sendiri telah dimulai jauh hari sebelumnya, termasuk pembekalan yang saat ini dilaksanakan. Tujuannya agar para mahasiswa lebih siap dan tidak tergesa-gesa saat pelaksanaan nanti.
“Dengan kegiatan tersebut kepada pesertanya termasuk KKN, PKL, PPL itu harus disiapkan secara matang-matang dengan tujuan agar para calon peserta bisa lebih siap dan tidak tergesa-gesa dalam bertindak nantinya,” ungkap Wakil Rektor II UII Dalwa, Ustadz Samsul Huda, M.Pd.
Salah satu program unggulan KKN tahun ini, menurut Dr. Djuaini, adalah kewajiban setiap posko membuat dokumentasi kegiatan di lokasi KKN berupa foto, video, dan narasi yang dapat dijadikan berita kampus.
“Teman-teman, kita suruh mereka untuk membuat sebuah informasi kegiatan yang sudah dilakukan di tempat KKN, dan itu termasuk program unggulan itu kita suruh buat narasinya. Setelah selesai, tumpukan fotonya nanti tinggal di-upload, bebas mau di medsos atau di link. Nanti dari situ bisa diambil jadi berita kampus,” ucap beliau.
Lokasi pelaksanaan KKN tahun ini masih mempertahankan wilayah yang sama seperti tahun sebelumnya. KKN Internasional sejauh ini masih dilaksanakan di Malaysia. Sementara KKN Lokal akan kembali diadakan di Kecamatan Sukapura, Probolinggo, dengan beberapa pertimbangan, antara lain:
- Sudah diakui dan diterima masyarakat setempat.
- Masyarakat menilai keberadaan mahasiswa KKN dapat menjadi mitra dalam pengembangan kondisi masyarakat, khususnya masyarakat muslim.
KKN Nasional diperuntukkan bagi santri yang tengah menjalani SPM (Santri Praktik Mengajar) di daerah masing-masing di Indonesia. Santri SPM yang kebetulan harus KKN maka akan otomatis tercatat sebagai peserta KKN Nasional.
“Jadi awal mulanya itu kita mengadakan KKN lokal, nasional, dan internasional. Lokal itu di tempat kita ini, ya sekitar Jawa Timur seperti Probolinggo kan. Nah, nasional kemarin itu ada ide masuk ke daerah Bawean, Lombok, Kalimantan. Ada yang berpendapat yaitu kita memanfaatkan SPM, jadi anak SPM yang kebetulan saat ini ia KKN semester lima ya, maka tempat SPM-nya ini dijadikan sebagai tempat KKN. Sehingga bukan sebatas di sini-sini saja tapi di mana-mana, nanti mereka sekalian buat laporan karena mereka juga mengabdi. Maka dari itu SPM itu dianggap bagian dari KKN itu sendiri,” jelas Ustadz Dr. Djuaini, M.Pd.
Pada sesi kedua selepas Ashar, Ustadz Dr. Achmad Sulthon, M.Pd., selaku Ketua KKN Nasional, menyampaikan poin-poin penting terkait peran dakwah yang harus diemban mahasiswa selama KKN.
“Kita ingin para mahasiswa nantinya bisa mengajar sekaligus berdakwah. Jadilah mahasiswa yang santri, santri yang mahasiswa,” ungkap beliau.
Di akhir acara, beliau menyampaikan harapan agar seluruh mahasiswa peserta KKN 2025 dapat menuntaskan tugas dengan baik.
“Semoga semua peserta KKN 2025 bisa menyelesaikan tugasnya sebagai bagian dari pengabdian masyarakat dari apa yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi dan juga pondok pesantren. Dari pesantren kita bisa mengabdi kepada Allah, baru pengabdian ke masyarakat dengan baik,” tutup beliau.
Irsyad/red
Comments