Bangil, Dalwa Berita – UII Dalwa kembali menggelar asesmen lapangan dan kini untuk pembukaan Prodi baru Magister Studi Islam (S2 SI) secara virtual Zoom, bersama tim asesor, dan kementrian agama yang berlangsung di Mabna Abuya Hasan pada Selasa (30/12/2025).
Acara diadakan untuk menguji usulan Prodi Baru, Magister Studi Islam kepada Kementrian Agama, dan Tim Asesor.
Pembukaan Prodi baru ini, bertujuan untuk memfasilitasi para lulusan S1 memperkaya ilmu akademik islam. “Hal ini bertujuan untuk menghasilkan ulama intelektual dalam pengkajian keislamaan berbasis turats pesantren,” ujar Dr. Kholili Hasib M.Ud.
Acara ini merupakan asesmen ketiga yang diajukan kepada Kementrian Agama untuk menyusul Prodi baru Magister HKI, dan Doktoral MPI.
“Asesmen ketiga yang diusulkan oleh UII Dalwa ke Kementerian Agama,” jelas Kasubdit akademik pengembangan direktorat PTKIS, Dr. A. Rafiq Zainul Munim, dalam sambutannya.
Asesmen berlangsung dipimpin oleh dua tim asesor, Prof. Dr. Ramdani Wahyu, dan Prof.Dr. Islah. Menurut Dr. Kholili Hasib, prosesi asesmen sesuai dengan pencirian, bahkan ada pengakuan dari tim asesor, bahwa program ini bisa menjadi program unggulan. “Tim asesor mengatakan, berharap (program ini) menjadi program S2 unggulan,” ujar beliau.
Menurut penyampaian beliau, SK dari Kementerian Agama akan segera terbit dan siap untuk membuka penerimaan mahasiswa S2 Studi Islam, pada awal tahun 2026. “Kemungkinan awal tahun SK itu sudah turun,” jelas beliau.
Di akhir, Direktur Pascasarjana UII Dalwa, Dr. Zainal Abidin M.Pd., mengharapkan dukungan dari Kementerian Agama dan tim asesor untuk selalu membimbing UII Dalwa. Bukan hanya maju di kuantitas, tapi juga di kualitas.
“Kami akan siap melaksanakan apa-apa yang menjadi pemikiran dan gagasan para asesor dan Kementrian Agama,” ucap beliau.
Kemudian seperti harapan dari Dr. Kholil Hasib, dengan terbukanya program ini diharapkan dapat dikembangkan secara global.
“Kita promosikan hal ini begitu SK turun, kita buat promosi, dan kita kirim ke jaringan-jaringan kita, termasuk di Rusia, Malaysia, dan beberapa negara lain,” ujar beliau ketika di wawancarai pers Dalwa Berita.
(Adil/red)

Comments