beritaTaslim

Santri Baru Ikuti Takhosus Bahasa Arab

0

Bangil, Dalwa Berita – Ahad (26/6/2022), santri baru Ponpes Darullughah Wadda’wah menjalani program bimbingan Takhossus Thullaabul Judud tahun ajaran 1443-1444 H/2022-2023 M untuk belajar bahasa Arab di bangunan Mabna Abuya Hasan Baharun.

Para santri baru sedang belajar bahasa Arab dengan sistem firqah (kelompok).

Tujuan program ini untuk memberi perhatian lebih dan pemfokusan pada pembelajaran bahasa Arab. Mereka akan mengikuti program ini selama 1 semester.

“Tujuan kami dalam program ini untuk memberi perhatian khusus pada santri baru dan memfokuskan mereka dalam belajar bahasa Arab, karena memang pondok kita ini berbasis bahasa Arab,” kata Ustaz Baidowi bin Abdurrahman selaku koordinator program ini dari seksi Tarbiyah.

Selain itu, program ini bertujuan untuk mendidik mereka supaya terbiasa tertib dalam setiap kegiatan yang ada di Ponpes Dalwa.

“Pemisahan tempat sholat dan belajar ini untuk membimbing mereka dulu agar terbiasa tertib di setiap kegiatan,” ucap ketua pembimbingan program ini, Habib Muhammad Fadhil Al-Hinduan.

Metode pembelajaran bahasa Arab dilakukan dengan pengkajian kitab Af’al, Asma, dan Muhawaroh karangan Abuya Hasan Baharun agar mereka terlatih dan terbiasa berbicara bahasa Arab. Juga, santri akan belajar tahsinun nutqhi (memperbagus pengucapan) untuk melatih dialek mereka yang masih kental dengan bahasa daerahnya.

“Santri baru juga akan diajarkan tahsinun nutqhi untuk melatih gaya bicara bahasa daerah mereka yang masih kental,” ucap Ustaz Baidowi.

Salah satu pembimbing santri baru sedang mengajarkan cara pengucapan bahasa Arab yang sesuai dengan dialek orang Arab.

Adapun kajian lain yang diterapkan dalam program ini adalah kajian kitab Kaifa Tusholli karangan Ustaz Ihya Ulumuddin yang membahas tentang salat.

“Karena santri baru yang datang kesini itu tidak semuanya sudah punya bekal ilmu dari rumahnya atau dari pondok sebelumnya, banyak juga yang dari nol belajarnya maka ketua bagian kesiswaan, Ustaz Ismail Ayyub berinisiatif agar beliau langsung yang mengajarnya,” lanjut ustaz Baidowi.

Ustaz Baidowi selaku koordinator program ini berharap agar semua santri baru bisa mengambil manfaat dan mencapai target secara keseluruhan dalam program bimbingan ini.

“Sebenarnya ini bukan harapan saya saja ya, tapi harapan kami semua. Semoga teman-teman (santri baru) bisa mengambil manfaat secara sempurna bukan cuma beberapa orang tapi menyeluruh semuanya,” ungkapnya.

Program ini menugaskan santri kelas 2 Aliyah sebagai pembimbing. Bagi mereka, adanya program ini juga menjadi ajang pelatihan mengajar untuk persiapan SPM (Santri Praktek Mengajar) sebelum naik ke kelas 3 Aliyah.

“Menjadi ajang pelatihan bagi kawan-kawan, kami di sini berniat untuk belajar cara mengajar, belajar untuk memahamkan orang lain dan yang paling penting menjadi pelatihan sebelum mursal (SPM),” ungkap saudara Hanan Hanafi, salah satu santri kelas 2 Aliyah asal Karawang itu ke Dalwa Berita.

Dari sisi santri baru sendiri, mereka merasa nyaman karena keramahan dari santri-santri lama yang menyambut mereka di kamar saat awal masuk.

“Nyaman sih, abang kelasnya di kamar pada ramah waktu kita pertama kali datang ke kamar,” ungkap Arkan, santri baru asal Batam, Sumatra, saat diwawancara oleh Dalwa Berita.Taslim/red.

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

Tetap Bersyukur

Previous article

Berhasil Seri Lawan Peringkat Satu Klasemen, Dalwa FC Akan Kejar Juara Tahun Depan

Next article

Comments

Leave a reply