Arya BonanzaberitaEvent PondokHalqoh HadhromiyyahPondok PesantrenSeminarTamuUlama

Sebagai Bentuk Perhatian, Sayyid Ahmad Al-Maliki Utus Syekh Amin Assyinqithi Untuk Mengajar di Dalwa

0

Bangil, Dalwa  Berita – Syekh Muhammad Amin Assyinqithi kembali ke Dalwa, beliau sampai di Dalwa Selasa malam (16/7/2024) disambut ramai oleh para santri.

Sudah menjadi rutinitas tahunan Syekh Amin sambangi Dalwa, dan kedatangan beliau kali ini juga untuk bertakziah kepada Abuya Zein Baharun atas kepergian Hubabah Khodijah binti Muhammad Al-Hinduan, ibunda Abuya Zein.

“Pertama, kedatangan beliau ini adalah rutinitas yang sudah diinginkan oleh Abuya Zein Baharun. Dan ke-dua, juga bertepatan karena kemarin itu Hubabah (Khodijah) meninggal dunia dan beliau juga sekalian berbelasungkawa kepada Abuya Zein,” jelas Ustaz Faishol Mahdi, salah satu murid Syekh Amin di Ribath Rushaifah-Makkah.

Keesokan malamnya Syekh Amin isi pengajian di Masjid baitul Ghoffar Ponpes Dalwa untuk asatidzah dan seluruh santri dengan menggunakan kitab Al-Luma’ Fii Usulil Fiqhi dan kitab Qurrotul Abshor Fii As- Siroh An-nabawiyyah. Pengajian tersebut akan berlangsung satu bulan ke depan.

Syekh Muhammad Amin Assyinqithi adalah guru besar di Rushaifah-Makkah, beliau menjadi utusan pengajar dari Sayyid Ahmad bin Abuya Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, Pengasuh Ribath Rushaifah sekaligus Penasehat Ponpes Dalwa.

“Beliau jadi utusan daripada Sayyid Ahmad Al-Maliki, yang mana beliau adalah salah satu staf pengajar kita, santri di Makkah (di Ribath Rushaifah),” ujar Ustaz Faishol.

Dalam kajiannya, Syekh Muhammad Amin Assyinqithi menjelaskan tentang betapa pentingnya mempunyai ilmu dan betapa berpengaruhnya metode yang tepat dalam mempelajari satu bidang keilmuan.

“Dan berbagai macam ilmu itu memiliki keutamaan masing-masing, dan setiap ilmu tersebut harus dipelajari dengan cara yang benar. Karena tidak bisa kita mempelajari suatu ilmu dengan benar kecuali dengan cara yang benar,” terang beliau pada seluruh santri.

Beliau juga menjelaskan kepada seluruh santri, betapa pentingnya peran ilmu alat dalam memahami ilmu-ilmu lain.

“Dan sebelum kita melangkah kepada pelajaran-pelajaran yang lain, intinya pelajaran-pelajaran tersebut ada pada ilmu alat sebagai awalannya (permulaannya). Karena ilmu alat itu sebagai wasilah, ilmu yang menyampaikan kita kepada pemahaman-pemahaman akan ilmu-ilmu yang lain,” ujar Syekh Amin.

Lebih lanjut, Syekh Amin memperumpamakan ilmu itu seperti kerabat yang memiliki keterhubungan satu dengan lainnya.

“Setiap ilmu itu kerabat yang memiliki kaitannya masing-masing, dan tidak dipahami suatu ilmu kecuali kita memahami ilmu-ilmu yang lain. karena ilmu itu sangat berkaitan, terutama Al-Qur’an dan hadis sangat berkaitan kuat dengan ilmu-ilmu yang ada itu,” tutur sang guru.

Beliau berpesan kepada seluruh santri agar senantiasa sering mengulang pelajaran yang telah dipelajari serta selalu menambah hafalan.

“Dan ini sangat ditekankan untuk setiap tholibulilmi (santri) harus selalu untuk me-muroja’ah dan me-muthola’ah (mengulang dan mempelajarai kembali) pelajarannya. Dan hendaknya untuk selalu memperbanyak hafalan, setidaknya ada satu matan yang harus kalian hafalkan,” pesan guru berkaliber dunia itu pada para santri Dalwa.Bonanza/red.

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Keberkahan di Momentum Hari Asyura Ponpes Dalwa

Previous article

Dalwa Menyambut Ausiya’ Al-Musthofa, Itu Apaan Sih?

Next article

Comments

Leave a reply