Afdillahberita

Tentang Paket untuk Santri, Petugas Ingatkan Prosedurnya

0

Bangil, Dalwa Berita – Qism Wadi’ah buka suara setelah seorang santri sempat mengeluh karena paketnya hilang di tempat penitipan paket.

Salah satu petugas Qism Wadiah, Haris, mengakui bahwa kasus seperti ini pernah terjadi. Penyebabnya lantaran identitas yang terdapat pada paket itu tidak sesuai dengan data base yang ada di pondok.

“Barang hilang itu biasanya lantaran nama yang ada di paket sama yang di data base pondok tidak sama. Jadi, barang yang ada gak bisa kita berikan, ketika barang itu hilang, itu di luar tanggung jawab kami,” ujar Haris kepada Dalwa Berita, Rabu (2/1/22).

Ia mengungkapkan bahwa bahwa paket yang tiba di pondok itu akan diperiksa isinya terlebih dahulu dan dicocokkan namanya dengan data base. Oleh karena itu, ia mengingatkan para santri agar memberitahu kedua orang tuanya atau siapapun yang ingin mengirim paket ke pondok untuk tidak memberikan nama penerima dengan nama lain.

“Setelah paket datang, kita akan periksa paket-paket itu lalu kita cocokkan namanya dengan yang ada di data base. Makanya kita harus bilangin orang tua atau siapapun yang ngirim paket ini agar tidak menggunakan nama panggilan, nama singkatan atau laqob-laqob yang kita gak ketahui,” ungkapnya.

Menyikapi masalah santri yang tidak memiliki ID Card atau KTP, ia mengatakan bahwa santri tersebut bisa mengambil alternatif lain dengan membawa kartu bayaran syahriah pondok. Jika tidak ada, santri bisa membawa Kartu Keluarga, Ijazah atau BPJS yang identitasnya lengkap.

“Bagi santri yang baru yang belum punya ID Card atau dia juga belum punya KTP karena umurnya masih di bawah 17 tahun, maka dia bisa membawa kartu bayaran syahriah pondok. Kalau gak ada juga, bisa pake KK, Ijazah atau BPJS, yang sekiranya ada identitasnya, dan kalau bisa yang ada foto dirinya juga,” imbuhnya.

Qism Wadi’ah sendiri telah berusaha sebaik mungkin agar paket-paket yang ada sampai ke penerimanya. Pihaknya bahkan sampai mengingatkan penerima melalui ketua kamar masing-masing untuk anggota kamarnya yang memiliki paket tapi tak kunjung diambil.

“Kalau ada paket yang gak diambil-ambil, maka kita mendatangi santri itu dengan perantara ketua-ketua kamar yang sekalian ke Qism Aman untuk ngamil absen, kita suruh ketua kamar itu buat ngasih tau orangnya agar mengambil paketnya,” tambahnya.Afdillah/red.

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

Siapkan Generasi Era Bonus Demografi, BEM IAI Dalwa Gelar Seminar Kepemimpinan

Previous article

Mengapa Lebih Memilih Menjadi Seorang Jurnalis?

Next article

Comments

Leave a reply