beritaHilmi

Tilik Kegiatan Tahfidz Mutun Sebagai Bekal Dakwah Para Santri

0

Bangil, Dalwa Berita Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah menyelenggarakan program hafalan berbagai matan kitab. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bekal para santri untuk berdakwah saat pulang ke kampung halaman.

Program ini pertama kali dicetuskan langsung oleh Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun. Program ini bermula dari sebuah komunitas kecil pada tahun 2003, lalu mulai diwajibkan untuk para santri pada tahun 2004 hingga sekarang.

Ustaz Syahrul Iswan selaku koordinator umum mengutarakan bahwa program tersebut dilaksanakan dengan harapan agar santri mempunyai bekal ketika pulang dari pondok pesantren ke daerahnya masing-masing.

”Dengan adanya ini, menjadi wasilah ashab untuk giat menghafal sebagai bekal ketika akan terjun ketempatnya masing-masing,” ucap beliau ketika diwawancarai oleh Dalwa Berita pada Kamis (18/08/2022).

Adapun untuk program Tahfidzul Mutun tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, pada tahun ini santri wajib menyetorkan hafalan minimal 3 baris bait setiap malam kecuali malam Jumat.

Tidak hanya itu, setiap malam Ahad santri wajib menyetorkan hafalan yang didapatnya selama satu pekan, yaitu 15 baris bait, dan pada setiap bulannya santri wajib menyetorkan 50 baris bait yang telah mereka hafal sebulan yang lalu. Hal ini bertujuan untuk menjaga hafalan santri agar tidak hilang.

“Karena apa yang diulang-ulang akan menetap,” ucap beliau.

Beliau juga menjelaskan, panitia Tahfidzul Mutun juga akan memberikan penghargaan bagi santri yang berprestasi pada setiap pekannya dan memberikan hukuman kepada santri yang tidak serius dalam menjalankan program tersebut.

‘’Dapat bitoqotul mubarakah min mudiril ma’had (kartu penghargaan dari pengasuh pensantren) yang bisa ditukarkan dengan nominal uang, dan ada ta’zir-nya (hukuman) juga bagi mereka yang tidak hadir dalam menyetorkan hafalnnya,” tukas beliau

Selain itu, kitab yang dihafal oleh santri pun mengacu kepada kitab-kitab yang mereka pelajari di kelas masing-masing.

“Diambil dari manhaj yang sesuai dengan yang ada di kelas,” ucap beliau.

Program Tahfidzul Mutun ini berada langsung di bawah pengawasan Al-Habib Ali Ridho bin Hasan Baharun selaku Ketua Umum dari program tersebut.Hilmi/red.

Gustiawan Arqi

Litapdimas Tahap Satu Dibuka, Dosen Adakan Workshop Tentang Riset Penelitian

Previous article

Tingkatkan Minat Baca, Perpustakaan Dalwa Siapkan Ratusan Judul Kitab Baru

Next article

Comments

Leave a reply