AsrofiberitaKampus

Tingkatkan Produktivitas Dosen, IAI Dalwa Adakan Workshop Manajemen OJS

0

Bangil, Dalwa Berita – Para Dosen Institut Darullughah Wadda’wah (IAI Dalwa) ikuti Workshop Manajemen Tata Kelola OJS (Open Journal Systems) yang digelar di Rhousefah, Dalwa Hotel Syariah, pada Sabtu (19/2/2022).

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produktivitas dosen dalam menulis, mengelola, mengedit, dan mereview jurnal guna memajukan nilai kampus di kancah nasional.

Secara umum, Open Journal Systems (OJS) adalah aplikasi perangkat lunak untuk mengelola dan menerbitkan jurnal ilmiah secara daring dengan penelaahan sejawat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akses penelitian, meningkatkan jumlah pembaca jurnal, dan kontribusinya bagi kepentingan publik dalam skala global.

Dalam workshop ini, panitia mengundang Dr. Muh. Barid Nizarudin Wajdi, M.Pd. selaku Executive Editors Engagement FKDP KOPERTAIS 4 sebagai narasumber utama. Beliau memaparkan tentang tata cara pengelolaan OJS agar penggunaannya dapat lebih maksimal.

“Perlu kerjasama yang baik antara penulis, editor, reviewer. Mulai dari proses penyerahan artikel sampai terbit. Jadi, semuanya saling berkomunikasi,” ujar beliau.

Beliau juga menjelaskan tentang hambatan-hambatan yang biasa ditemukan dalam proses penerbitan jurnal ilmiah.

“Biasanya ketidaktahuan antar terkait dengan gaya selingkup jurnal, misalnya, jurnalnya kajian apa author-nya tidak paham, sehingga dalam menyerahkan artikel, kajiannya berbeda dengan jurnal. Yang kedua mencari rujukan referensi ke mazhab tertentu tapi author pake mazhab yang berbeda,” jelasnya.

Jurnal ilmiah yang diterbitkan juga berpengaruh pada akreditasi. Penilaian akreditasi diperoleh dari hasil pengecekan asesor akreditasi terhadap jurnal tersebut yang sebelumnya telah melakukan visitasi online.

Dr. H. A. Syahrandi, M.Pd.I. selaku Wakil Lembaga Penelitian IAI Dalwa menuturkan bahwa manfaat diadakannya workshop ini agar semua program studi dapat memperoleh akreditasi sempurna.

“Sekarang ini kita fokuskan pada jurnal yang diakreditasi SINTA, sebab di Dalwa jurnal yang terakreditasi masih satu, yaitu Lughawiyyat milik Pendidikan Bahasa Arab. Harapannya semua prodi bisa terakreditasi 6 atau 4 minimal,” ucapnya.

Salah satu peserta workshop dan dosen Pascasarjana IAI Dalwa, Dr. Asep Rahmatullah, M.Pd. berharap kinerja para dosen semakin meningkat utamanya dalam hal tulis-menulis.

“Paling nggak temen-temen ataupun saya sendiri semangat untuk menulis, karena ini suatu kewajiban. Jadi tidak hanya mengajar tapi harus melakukan riset, bentuk riset itu disalurkan ke jurnal,” pungkasnya.Asrofi/red.

Atep Abdul Rohman
Pria kelahiran Bandung yang hobi travel ke berbagai tempat menarik.

Reuni BEM 2022 Wujudkan Sinergi Menuju BEM University

Previous article

Ke Pesantren, Apa yang Kau Cari?

Next article

Comments

Leave a reply