beritaGustiawan

Ubah Aula Jadi Kamar, Bentuk Perhatian Kepada Santri agar Nyaman Belajar

0

Bangil, Dalwa Berita – Sabtu (7/1/2023) Ketua Devisi Kesiswaan, Ustaz Ismail Ayyub, M.Pd. mengumumkan nama-nama santri yang dipindahkan ke kamar baru yang ada di asrama Binayah Jadidah lantai 2.

Pengumuman dibacakan setelah sholat Dzuhur di Masjid Baitul Ghoffar.

Kamar baru tersebut merupakan aula umum yang biasa digunakan sebagai tempat pembinaan santri baru dalam belajar bahasa Arab. Akan tetapi, setelah terdapat laporan terkait santri yang tidur di teras asrama, Pengasuh Ponpes Dalwa, Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin langsung mengubah aula umum tersebut menjadi kamar untuk para santri tersebut.

“Ada karena Abuya mendapat laporan bahwa banyak santri yang tidur di bawah atau di teras asrama itu, akhirnya aula dijadikan kamar untuk santri,” ucap Ustaz Nabil Barmawi, salah satu pengurus perpindahan kamar.

Adapun jumlah santri yang dipindah sebanyak 254 santri. Dari jumlah tersebut mereka akan disebar ke 4 kamar yang telah disiapkan, mulai dari kamar 10 hingga kamar 13. Menurut keterangan beliau, jumlah santri yang dipindah juga menghitung dari jumlah ranjang yang telah disiapkan.

Beliau juga menyampaikan bahwa ruangan yang ingin disiapkan menjadi kamar totalnya ada 10, 4 kamar di asrama Binayah Jadidah lantai 2 (yang dulu menjadi aula), sedangkan sisanya di asrama Jami’ah bagian bawah yang sekarang menjadi kantor. Akan tetapi 6 kamar terebut tidak bisa ditempati oleh santri karena belum disediakan ranjang.

“Kamar yang disiapkan itu secara keseluruhan itu 10, di aula itu 4 kamar sama di asrama Jami’ah Bawah 6. Kamar asrama Jami’ah bawah tinggal menunggu perpindahan barang serta datangnya ranjang,” terang beliau ketika diwawancara oleh pers Dalwa Berita pada Selasa (10/1/2023).

Ustaz Ismail Ayyub, M.Pd. selaku Ketua Divisi Kesiswaan berharap perpindahan ini bisa menambah ketertiban pesantren

“Harapan saya dengan perpindahan kamar ini bisa menambah ketertiban, itu yang utama,”

Lebih lanjut, beliau berharap dengan adanya fasilitas ini, santri menjadi lebih nyaman dalam belajar.

“Kamar yang beru ini dibuat untuk menjadi percontohan. Santri harus punya lemari dan tempat tidur, agar belajar mereka enak dan tentunya belajar yang enak akan mendapatkan ilmu yang lebih baik dan lebih berkah insya Allah,” pungkas beliau.Gustiawan/red.

Gustiawan Arqi

Kedekatan Abuya Zein Baharun Makan Bersama di Kamar Santri

Previous article

Gunakan 4 Kecakapan Bahasa, Debat Bahasa Arab Jadi Lomba Paling Bergensi Selama FILA

Next article

Comments

Leave a reply