Bangil, Dalwa Berita — Jum’at (01/08/2025), menjelang acara puncak Multaqo Al-Hasaniyyah ke-12, suasana “Kampung Dalwa” tampak hangat dan penuh nostalgia. Para alumni yang telah kembali bermukim, tampak beraktivitas layaknya santri biasa: lalu lalang, bersapa dengan teman lama, duduk bersama dalam majlis santai sambil tertawa mengenang masa lalu.
Di balik keceriaan itu, ada sekelompok orang yang bekerja keras, yaitu tim dapur yang mengemban tanggung jawab besar demi kesuksesan Multaqo. Hanya dengan waktu tiga hari persiapan, mereka harus memasak dalam skala besar, hingga dua ton setengah nasi.
“Karena acara tahun ini gabung dengan Haul, kita harus masak dua ton setengah nasi. Tapi selagi untuk pondok, kami selalu setia. Niatnya khidmah, biar dapat berkah,” ujar Abdan asal Tegal, salah satu panitia dapur sambil mengelap peluh meski belum mulai bekerja.
Keterbatasan alat dan waktu tak membuat mereka gentar. Justru, bagi mereka, memasak menjadi bentuk hiburan dan kebersamaan tersendiri.
“Walau alat seadanya, kami tetap ingin acara ini sukses,” ungkap Ustadz Shodikul, pengawas lapangan tim masak.
Tujuan utama mereka hanya satu, yaitu agar para alumni hadir dan merasa disambut dengan penuh cinta.
“Alumni dua tahun sekali harus hadir, insyaallah kami dari bagian masak selalu siap menyambut Antum. Nasi kita siapkan dua setengah ton, ayam satu ton tiga kwintal, kambing juga satu setengah ton. Kalau nggak ada yang datang, ya siapa yang makan? Kan lucu itu,” ujarnya sambil tertawa.
Dengan penuh harap, mereka menyerukan agar para alumni menyempatkan hadir. Sebab, tanpa alumni, Multaqo kehilangan ruhnya, dan siapa pula yang akan menikmati hidangan penuh cinta itu?
Irsyad/Red
Comments