beritaKampus

Universitas Nahdhotul Ulama Surabaya Gelar Seminar Kesehatan di Dalwa, Dokter Spesialis Kejiwaan Mengurai Problematika Gen Z Di Indonesia

0

Bangil, Dalwa Berita – Universitas Nahdhotul Ulama Surabaya (UNUSA) mengadakan sosialisasi pengenalan universitas dan seminar Kesehatan bertajuk Mental Health For Gen Z pada Sabtu pagi (16/5/2026) bersama sebelas perwakilan sekolah-sekolah yang berada di wilayah Pasuruan.

Acara berlangsung di Savva room, Dalwa Hotel yang dihadiri oleh berbagai instansi. Hadir di acara tersebut para dosen, mahasiswa UNUSA, serta perwakilan dari sebelas sekolah yang terdiri atas guru dan siswa kelas XII SMA/MA. Dari pihak Dalwa hadir Dr.H. Ahmad Sahrandi, M.Pd.

Tujuan acara tersebut sebagaimana disampaikan oleh salah satu dosen Fakultas Kedokteran, Dr. Wiwik Winarningsih, dr., M.Kes, yaitu menjalankan program Campus Go To Pasuruan yang berfokus dengan menjalankan program-program kuliah di luar kampus.

“Sesuai dengan tujuan utamanya adalah Campus Go To Pasuruan, jadi kita tidak hanya berada di dalam gedung, tapi kita juga keluar gedung untuk bersilaturahmi dan menjalankan program-program kampus itu di luar, salah satunya di Pasuruan ini kebetulan tempatnya di hotel Dalwa ini,” jelas beliau.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan diisi sambutan para dosen, dilanjutkan pengenalan universitas serta alumni. Acara kemudian berlanjut ke agenda inti yaitu seminar bertajuk Mental Health For Gen Z yang disampaikan oleh dokter spesialis kejiwaan, dr. Hafid Algristian, Sp.KJ.

Dalam pembahasannya mengenai generasi Z, dr. Hafid Algristian menerangkan berbagai problematika yang dialami kalangan anak muda saat ini. Beliau menyampaikan bahwa generasi Z kerap disematkan sebagai “generasi stroberi”, yakni tampak baik dari luar, tetapi rapuh didalam.

“Gen Z itu sering dikenal generasi strawberry,” ucap beliau.

Beliau menjelaskan bahwa depresi menjadi salah satu ganguan mental yang kerap dialami oleh kalangan usia produktif pascapandemi COVID-19. Bahkan, gangguan tersebut menempati peringkat pertama sebagai gangguan mental yang paling banyak dialami.

“Pascapandemi 2024 itu gangguan depresi menempati urutan pertama, ”ujar beliau.

 “Jadi (umur) 15-45 ternyata banyak orang dikatakan 30% dari mereka itu mengalami gangguan jiwa,” sambungnya.

Hal itu dipengaruhi oleh kebiasaan mereka semasa pandemi yang bergantung pada media sosial sebagai sarana interaksi. Beliau menjelaskan bahwa media sosial menjadi salah satu sumber utama permasalahan kejiwaan yang dialami generasi muda. Sebab, berbagai fitur dalam media sosial dapat memengaruhi siklus dopamin (dopamine loop) pada diri mereka.

“Ternyata dari media social sekarang ini, 30% permasalahan kejiwaan Gen Z bersumber dari media sosial.”

Beliau juga mengapresiasi generasi Z yang mampu membatasi penggunaan media sosial, seperti para santri.

“Saya bersyukur di lingkungan pondok pesantren penggunaa media sosial itu sangat terbatas,” sambung beliau.

Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami depresi cenderung mencari pelarian atas gangguan yang dialaminya. Beliau menyebutkan tiga hal yang kerap menjadi pelarian ketika seseorang mengalami depresi, yakni judi online, pinjaman online, dan PMO (pornografi, masturbasi, dan orgasme).

Beliau mengimbau para orang tua agar memahami kondisi anak dan tidak selalu menuruti rasa khawatir yang berlebih. Menurutnya, anak setidaknya harus diajarkan tiga kata sederhana yang menjadi pegangan dalam kehidupan, yakni “maaf”, “tolong” dan “terima kasih”.

“Sehingga kalo kamu ingin mendapatkan perhatian dari orang lain, maka perhatikan dirimu sendiri, kalo kamu ingin membahagiakan orang lain maka pastikan kamu juga punya kebahagiaan untuk dirimu sendiri,” pesan beliau.

“Jadi kita kalo seandainya memposisikan diri kita mencintai orang lain tapi mengorbankan diri kita sendiri, maka itu bukan cinta, itu namanya manipulasi,” sambung beliau.

Di akhir acara Dr. Ahmad Sahrandi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekedar sosialisasi universitas, melainkan juga menjadi sarana menambah wawasan melalui berbagai pemaparan ilmu. Beliau pun berharap para peserta dapat mengambil manfaat sebagaimana yang diharapkan oleh narasumber.

“Harapannya gen Z Ketika mereka berhadapan dengan teknologi jangan sampe teknologi itu bisa menghancurkan masa depan mereka,” pernyataan tersebut beliau sampaikan dalam sesi wawancara bersama Pers Dalwa BeritaDhimas/red

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Sembilan Perguruan Tinggi Perkuat Tata Kelola dan Mutu Akademi Lewat Pembinaan Kelembagaan Di Ponpes Dalwa

Previous article

Comments

Leave a reply