Bangil, Dalwa Berita – “Kalau ingin maju, harus bergaul dengan orang-orang maju,” hal itu diucapkan Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo, M.Pd saat mengisi kuliah umum Pascasarjana UII Dalwa yang dilaksanakan di lantai 9 Mabna Abuya Hasan, Ahad siang (7/6/2026).
Menurut Prof. Imam, keterampilan dalam bergaul atau berdiplomasi bagi pengelola lembaga sangatlah penting lantaran hal ini akan menimbulkan kesan kagum kepada orang luar yang akan menilai kualitas instansi. Dan dengan harapan dapat melancarkan dan memudahkan instansi atau lembaga dalam menangani urusan di dalam kelembagaan tersebut.
Di kesempatan ini beliau turut membagikan pengalamannya mengenai kedekatannya dengan Menteri Agama hingga orang-orang penting di timur tengah. Seperti Muamar Qadafi, Sadam Husein dan imam Masjidil Haram waktu itu.
Beliau juga menyampaikan tentang berbagai pengalaman beliau semasa menjabat jadi rektor di UIN Malang. Banyak terobosan dan pemikiran yang beliau buat yang akhirnya menjadi menjadi buah bibir orang luar. Berkat diplomasi yang baik dengan presiden Sudan waktu itu, Bahasa Arab di sana menjadi berkembang sebab guru besar-guru besar yang diutus oleh Sudan untuk mengajar di Indonesia.
Selain harus pandai berdiplomasi, beliau juga mengharuskan seorang pemimpin Lembaga itu memiliki keberanian dan sikap pantang menyerah.
Beliau turut memberikan contoh sikap berani saat menjadi pimpinan lembaga. Saat beliau mengajukan proposal dan tak kunjung cair, beliau tidak pernah menyerah demi mendapatkan apa yang menjadi tujuan beliau.
“Jika tidak bisa diminta maka kita pinjam; Jika kita tidak bisa pinjam maka kita sewa, kalau kita tidak bisa (menyewanya) berusaha untuk membelinya. Kalau tidak bisa lagi, kita rebut,” pungkas beliau.
Acara yang merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang mengangkat tema “Integrasi Pendidikan dan Agama Menuju Peradaban yang Unggul dan Kompetitif” pada (26/4/2026) lalu itu ditutup dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan doa.
Dhimas/red

Comments