Bangil, Dalwa Berita – Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Kembali menggelar majelis rutin bulanan pascalebaran Iduladha pada Kamis malam (04/06/2026). Bertempat dikediaman Abuya Zain Baharun selaku pengasuh pondok pesantren, majelis ini membedah kitab “Al-Hikam” karya Imam Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari bersama Habib Segaf bin Hasan Baharun.
Majelis bulan ini mengalami perubahan jadwal. Agenda yang semula dijadwalkan berlangsung pada malam Jumat Legi lalu terpaksa diundur lantaran bertepatan dengan Hari Tasyrik.
“Alhamdulillah meskipun mundur 1 minggu Insyaallah berkah,” jelas Habib Segaf Baharun.
Habib Segaf membuka kajiannya dengan menyampaikan bahwa tidak ada keberhasilan yang terjadi secara instan selama manusia masih hidup di dunia.
“Segala sesuatu itu harus ada wasilahnya (perantara),” terang beliau.
Beliau menjabarkan bahwa segala sesuatu di dunia ini berjalan atas hukum sebab dan musabbab. Kondisi tersebut berbeda dengan kehidupan di akhirat, tempat segala sesuatu dapat terwujud segala instan sesuai keinginan manusia.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan masih banyak manusia yang kerap terlena oleh urusan duniawi. sehingga melalaikan hal yang jauh lebih penting, yakni kehidupan abadi di Akhirat.
“Disangkanya allah tidak melihat, tidak mengawasi, tidak merespon,” jelas beliau.
“Jangan pernah melupakan Allah SWT,” perintahnya kepada para jamaah.
Sebagai ilustrasi, beliau mencontohkan seseorang yang selalu mengingat kebaikan kecil dari saudaranya, namun di saat bersamaan justru melupakan Zat yang telah memberikan segala bentuk kenikmatan hidup.
“Yang memberikan lintasan hati di hati saudara kita untuk berbuat baik kepada kita siapa? kalau bukan Allah SWT,” ungkap beliau.
Di akhir acara, beliau kembali menekankan pentingnya ma’rifatullah kepada para alumni. Menurut beliau, tujuan hidup manusia sejatinya adalah untuk senantiasa mengingat Allah SWT di mana pun dan kapan pun.
“Menambah ma’rifat dan membersihkan hati,” ungkap Habib Hasan bin Muhammad As-Segaf, salah seorang alumni yang menyampaikan kesannya saat diwawancarai oleh kru redaksi Dalwa Berita.
Lebih lanjut, beliau mengajak para hadirin untuk senantiasa bermujahadah hati. Menurut beliau kehidupan di dunia memerlukan nilai spiritual berupa kesabaran karena manusia dituntut untuk selalu berusaha demi meraih apa yang diinginkan, disamping ujian yang pasti datang silih berganti.
(Dafa/red)

Comments