beritaEvent PondokPondok PesantrenRedaksi

Peran Penting Qismul Buhuts Dalam Pengembangan Bahasa Arab Di Ponpes Dalwa

0

Bangil, Dalwa Berita- Divisi Riset Penelitian Studi Bahasa Arab (Qismul Buhuts Ad-Dirasah al -Lughawiyyah) Dalwa mengelar kegiatan sosialisasi divisi dan open recruitment pada Sabtu malam (26/9/2026).

Acara yang digelar untuk santri tersebut diselenggarakan di Lantai 2 Manba Abuya Hasan Baharun.

Sosialilasi yang Bertajuk Peran Divisi Riset Penelitian Bahasa terhadap Skill Bahasa disampaikan langsung oleh Mustasyar (penasihat) I Qismul Buhuts, Dr. Achmad Makki Lazuardi, Lc., M.Pd. dan didampingi oleh Ustadz Nizar selaku mustasyar II Qismul Buhuts.

Dalam sesi wawancara, beliau mengatakan bahwa Qismul Buhuts berdiri karena keinginan pengasuh Ponpes Dalwa dalam mengembangkan keterampilan santri. Bukan hanya dalam keterampilan berbicara, melainkan juga dalam bidang kepenulisan.

“Qismul Buhust sebetulnya imtidad [kelanjutan], melanjutan keinginan besar Abuya untuk supaya sosialisasi kemahiran menulis, karna mungkin kemahiran menulis ini sering kali kurang dipandang ya mungkin fokusnya thullab [santri] itu hanya speaking,” jelas beliau kepada Pers Dalwa Berita.

Ustadz Makki menyampaikan bahwa minat dalam tulis-menulis juga penting dalam fase pembelajaran, khususnya bahasa Arab. Apalagi di era digital yang menurutnya sangat perlu untuk berkonsentrasi dalam bidang kepenulisan.

“Kalo konsentrasinya kita hanya speaking dan sekarang kita dengan era digital yang pesat semacam ini, kita perlu mewarnai yang namanya web, media. Tidak cukup hanya dengan a’lal mimbar [di atas podium] tapi alal mahabir [di atas kertas],” ungkap beliau.

Beliau juga mengutarakan bahwa keberadaan Qismul Buhuts di Ponpes Dalwa dapat membantu mengembangkan kualitas bahasa Arab yang ada di pesantren. Maka di situ Abuya Zein memiliki perhatian khusus dalam bidang pengembangan tersebut.

Maka dengan demikian Qismul Buhuts hadir untuk para santri yang memiliki minat lebih terhadap pendalaman kualitas bahasa Arab.

“Di antara peran dari Qismul Buhust ini berarti memberikan wadah bagi teman-teman yang punya muyul (kecenderungan) terhadap sastra, terlebih daripada bahasa [Arab] itu sendiri.”

Di akhir sesi wawancara beliau berharap dengan perantara Qismul Buhust pondok pesantren dapat mencetak generasi-generasi yang melahirkan kitab-kitab bahkan buku-buku hingga ke kancah Internasional.

“Dengan ini mudah-mudahan termasuk muhawalah [usaha] supaya merefresh kembali semangat ini, supaya bahasa Arab kita menjadi icon, dan menjadi rutinitas kedepannya. Kita mulai min thullab [dari santri] supaya mereka Insyaallah shoro kuttaban fi mustaqbal [menjadi penulis kedepannya], ini cita-cita besar kita,” harapan beliau menutup sesi wawancara.  Dhimas/Red

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Abuya Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alwi al-Maliki

Previous article

Comments

Leave a reply