Bangil, Dalwa Berita – Akhir Oktober (31/10/2026) menjadi momen istimewa bagi santri Dalwa Pusat. Tiga rangkaian kegiatan digelar dalam satu malam, yakni malam penghargaan santri berprestasi, perpisahan dengan pengajar Rubath Rusyaifah Makkah, serta penyerahan izin penggunaan lapangan bagi para santri.
Kegiatan yang berlangsung setelah Halaqah Hadramiyah tersebut diawali dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang, baik dari kalangan santri maupun asatizah. Acara kemudian dilanjutkan di Taman Baca dengan pembacaan maulid sebagai bentuk doa agar perjalanan Habib Idrus menuju Tanah Suci, Makkah, diberikan kelancaran.
Di sela-sela rangkaian acara perpisahan, Pengasuh Pondok Pesantren Dalwa, Abuya Zain Baharun, turut menyampaikan beberapa hal. Selain mengutarakan harapan dan doa bagi Habib Idrus, beliau juga menyinggung mengenai penggunaan lapangan.
Hampir dua bulan sejak kepulangan para santri dari liburan Maulid, mereka belum diperkenankan melintasi area lapangan kerena proses renovasi yang masih berlangsung. Namun, pada hari ini, para santri kembali diperbolehkan menggunakan area lapangan untuk beraktifitas.
Abuya berpesan bahwa lapangan tersebut merupakan salah satu hasil jerih payah pihak pondok dalam menyediakan fasilitas yang nyaman bagi para santri.
“Semoga mereka senang dengan lapangan ini hingga mereka giat dalam belajar,” harap beliau dalam bahasa Arab.
Beliau juga berpesan untuk selalu menjaga lapangan dari hal-hal yang dapat mengurangi kualitasnya, baik cat ataupun dasar lapangan.
“Seperti yang saya selalu katakan, lapangan harus dijaga, dan jangan membuang apa pun di lapangan, terkhusus kotoran-kotoran lainnya,” pesan beliau dalam bahasa Arab.
Beliau menyampaikan bahwa keberadaan lapangan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pondok terhadap generasi mendatang. Kepedulian ini tidak hanya ditunjukan kepada para santri, tetapi juga mengajak para asatizah untuk bersama-sama melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan.
“Maka, wajib bagi asatizah dan generasi ini untuk melakukan transformasi ke setiap hal yang penting bagi generasi-generasi mendatang, baik perkara duniawi ataupun akhirat,”jelas beliau. Dhimas/red.

Comments