Bangil, Dalwa Berita – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII Dalwa) menggelar Seminar Ilmiah bagi mahasiswa program double degree usai menerima kunjungan Ketua Majlis Umana Universitas Al-Washatiyyah Yaman Al-Habib Abdurraqib Al-Attas, pada Rabu siang (29/7/2026) Di Balairung Lantai 9 Mabna Abuya Hasan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Ribath & Markazul Al-Adni Cabang Arbinah Tarbiyah Islamiyah Indonesia, Syekh Samih Al-Kuhali, Direktur Pascasarjana UII Dalwa Dr. Habib Ali Zainal Abidin Bilfaqih, S.Ag., M.Pd., serta segenap jajaran sivitas akademika UII Dalwa.
Dalam pemaparanya, Al-Habib Abdurraqib menjelaskan bahwa kunjungan tersebut memiliki dua tujuan utama. Selain mempererat hubungan ilmiah dan akademik yang telah lama terjalin antara kedua institusi, kunjungan itu juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan bagi mahasiswa UII Dalwa yang mengikuti program gelar ganda (double degree) ke Yaman. (Kutipan berikut diterjemahkan dari bahasa Arab oleh redaksi Dalwa Berita.)
“Tujuan kunjungan pertama, mempererat tali hubungan ilmiah dan akademis. Tujuan lainnya adalah persiapan untuk program gelar ganda bagi mahasiswa yang akan berangkat ke Yaman,” Ujarnya.
Beliau lanjut menjelaskan bahwa ilmu tersebut dapat menjadi neraca dalam menapaki kehidupan. Menurutnya, ilmu memiliki peran penting bagi umat agar mampu membaca arah perubahan zaman serta menjawab berbagai krisis yang dihadapi.
“Untuk umat agar mampu membaca arah perubahan zaman serta menjawab berbagai krisis yang dihadapi,” jelas beliau.
Dalam kesempatan tersebut, Syekh Samih turut meyampaikan wejangan. Salah satunya beliau menanggapi anggapan yang menyebut bahwa Fiqih Tahawwulat hanya berisi pembahasan yang menakut-nakuti umat dengan isu kiamat. Menurutnya, anggapan tersebut tidak sesuai dengan substansi kajian Fiqih Tahawwulat.
“Manusia akan membutuhkannya,” ujar beliau, menukil pesan yang kerap disampaikan oleh gurunya, Habib Abu Bakar al-Adni bin Ali al-Masyhur,.
Menjelang akhir acara, beliau mengingatkan para santri agar semakin tekun menuntut ilmu agama di pesantren, sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Abuya Zain.
“Kami katakan kepada para pemuda, kami tidak mengajari kalian hanya untuk diri kalian sendiri. Kalian bertanggung jawab atas amanah untuk membawa ilmu ini beserta amanahnya, adabnya, dan perilakunya kepada generasi berikutnya,” ujar beliau, mengutip nasihat yang kerap disampaikan Abuya Zain.
Semakna dengan nasihat yang sering disampaikan oleh Habib Abu Bakar al-Adni al- Masyhur.
“Wahai anak-anakku, ini adalah tanggung jawab”—seraya mengisyaratkan tangannya ke arah leher —”dari leher kami ke leher-leher kalian. Kalian bertanggung jawab atas generasi berikutnya,” ujar beliau, memberikanperumpamaan.
Dalam sesi wawancara, Al-Habib Abdurraqib Al-Attas mengungkapkan kesannya untuk kunjungan beliau yang kesekian kalinya.
“Kesan kami selalu sama. Setiap kali kami mengunjungi Dalwa, kami selalu bertambah kagum,” ungkapnya menjawab pertanyaan salah satu anggota Pers Dalwa Berita. Dafa/red

Comments