beritaPondok PesantrenRedaksi

Momen Sehari Dalwa Bersama Satlantas Polri

0

Bangil, Dalwa Berita – Antusiasme santri terlihat saat memadati Taman Baca pada Rabu malam (4/11/2026). Kabar gembira datang kepada mereka mengenai kegiatan program pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian Operasi Patuh yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia sejak 26 Oktober 2026.

Antusias santri terlihat sejak informasi mengenai kedatangan layanan pembuatan SIM diumumkan. Antrean santri pun mengular hingga memenuhi areal Taman Baca. Kondisi tersbebut terjadi lantaran kuota pelayanan yang terbatas, yakni Sebanyak 200 kuota untuk santri dan 100 untuk pengajar.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Kamis pagi (5/11/2026) hingga Jumat (6/11/2026). Sejak Kamis pagi, sejumlah patok penanda lintasan ujian praktik SIM telah tersusun di area belakang Hotel Dalwa Syariah. Selain itu, tenda dan kursi disiapkan untuk menunjang pelayanan serta pelaksanaan pengujian bagi peserta. Pihak kepolisan juga menghadirkan dua mobil pelayanan SIM dan satu mobil penyedia kopi.

Pada hari pertama, pelayanan dikhususkan bagi para pengajar, baik asatizah maupun dosen. Seluruh tahapan pelayanan berjalan lancar, mulai dari proses pendaftaran, tes psikologi dan kesehatan, hingga pembayaran administrasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Pada akhir kegiatan, Pengasuh Pondok Pesantren Dalwa, Abuya Zain Baharun, bersama Rektor UII Dalwa, Assoc. Prof. Dr. Segaf Baharun, M.H.I., turut hadir meninjau jalannya pelayanan di belakang Hotel Dalwa Syariah. Keduanya tampak berbincang hangat dengan sejumlah anggota kepolisian yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Saat waktu menunjukan pukul 12 siang, kegiatan berlanjut dengan penyuluhan di Mabna Abuya Hasan mengenai SIM melalui program bertajuk “Kegiatan SIM Masuk Pesantren”. Penyuluhan tersebut dihadiri oleh Direktur Pascasarjana UII Dalwa, Assoc. Prof. Dr. Ali Zainal Abidin Bilfiqih; jajaran Wakil Rektor; Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Ditlantas Polda Jatim, AKP / AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, S.H., S.I.K., M.H. serta AKP Tejo Reno Indratno, S.I.K., M.M.

Acara diawali dengan sambutan dari pihak pondok yang disampaikan oleh Dr. Ali Zainal Abidin Bilfiqh, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Ditlantas Polda Jawa Timur, Hendrix Kusuma Wardhana.

Dalam sambutannya, Kasat PJR Hendrix menyampaikan bahwa kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) bukan sekadar formalitas bagi pengendara. Ia menegaskan bahwa SIM harus sesuai dengan kompetensi dan kemampuan pengendara dalam mengoperasikan kendaraan.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata sebagai bentuk apresiasi dan simbol hubungan baik antara kepolisian dan pihak pesantren. Momen keakraban terlihat ketika kedua pihak saling berjabat tangan. Interaksi antara polisi dan santri juga tampak dalam sesi pembagian hadiah. Suasana semakin meriah ketika para santri antusias menjawab pertanyaan seputar lalu lintas yang diajukan oleh pihak kepolisian.

Helm hingga sarung dibagikan kepada para penjawab yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Kegiatan kemudian diselingi dengan sesi foto bersama. Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga mengajak para santri untuk menggaungkan semboyan “Polisi Bersama Masyarakat”. Sebagai bentuk kedekatan dengan lingkungan pesantren, semboyan tersebut turut disesuaikan menjadi “Polisi Bersama Santri”.

 Keseruan penyuluhan tersebut berlanjut hingga sore hari. Pada hari pertama, kegiatan ditutup dengan pengisian berkas oleh para santri yang akan mengikuti pelayanan SIM pada hari berikutnya. Dhimas/red

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Habib Abdul Qodir Al-Habsyi dan Habib Umar al-Habsyi Kunjungi Dalwa, Ajak Santri Meneladani Orang Saleh

Previous article

Comments

Leave a reply