berita

Cegah Bencana dengan Membaca Shalawat Li Daf’il Bala yang Diijazahkan Abuya Al Habib Hasan bin Ahmad Baharun

0

Belakangan ini, Indonesia kembali diuji oleh rentetan bencana alam yang silih berganti. Mulai dari gempa bumi, banjir bandang, hingga yang paling menyita perhatian saat ini yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap pekat di berbagai wilayah. Di tengah berbagai musibah yang nyata, umat Muslim diajak untuk tidak hanya bergantung pada ikhtiar lahiriah, tetapi juga memperkuat benteng batin spiritual.

Salah satu wasilah doa yang mungkin bisa kita amalkan adalah Sholawat Li Daf’il Bala’ (Sholawat Menolak Bala) yang diijazahkan oleh Abuya Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun, pendiri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Bangil, Pasuruan.

Shalawat yang Memohon Perlindungan dari Semua Bencana

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan ancaman langsung bagi kesehatan, perekonomian, hingga keselamatan jiwa. Asap yang ditimbulkan merusak paru-paru anak-anak, menghentikan aktivitas sekolah, dan mengancam pemukiman warga.

Menariknya, jika kita membedah teks Sholawat Li Daf’il Bala’, butir-butir doanya terasa sangat relevan dengan situasi Indonesia hari ini. Di dalam sholawat tersebut, Abuya Hasan Baharun secara spesifik menuntun kita memohon perlindungan dari:

  1. Al-Hariq (Kebakaran)

Sangat relevan dengan musibah karhutla dan kebakaran pemukiman yang marak terjadi saat kemarau ekstrem.

  1. Al-Amthar wa Ar-Riyah (Hujan Bencana & Angin Topan)

Perlindungan dari cuaca ekstrem, badai, serta banjir bandang yang kerap melanda saat peralihan musim.

  1. Az-Zalazil (Gempa Bumi)

Mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di Ring of Fire.

  1. Minta Perlindungan Atas Harta & Fasilitas

Sholawat ini tidak hanya mendoakan keselamatan fisik manusia, tetapi juga menyebut keselamatan buyutana (rumah kami), mazari’ana (lahan pertanian/hutan kami), hingga madarisana (sekolah kami) dari kehancuran.

Sholawat ini dihadirkan sebagai hadiah spiritual sekaligus tameng bagi umat akhir zaman dalam menghadapi gejolak cobaan dunia.

Berikut adalah teks Sholawat Li Daf’il Bala’

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَ مَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ البَرِيَّةِ صَلاَةً تُسَلِّمُنَا بِهَا وَ تُسَلِّمُ أَهْلَنَا وَ أَوْلاَدَنَا وَ أَقْرِبَاءَنَا وَ أَحْبَابَنَا وَ مُعَلِّمِيْنَا وَ أَصْدِقَاءَنَا وَ جِيْرَانَنَا وَ تُسَلِّمُ بُيُوْتَنَا وَ مَسَاجِدَنَا وَ مَعَاهِدَنَا وَ مَدَارِسَنَا وَ مَزَارِعَنَا وَ مَكَاتِبَنَا وَ جَمِيْعَ مَحَلاَّتِنَا وَ أَمْوَالِنَا مِنْ شَرِّ زَلْزَلَةِ اْلأَرْضِ وَ حَرَكَاتِهَا وَ مِنْ شَرِّ الْأَمْطَارِ وَ الرِّيَاحِ وَ الصَّوَاعِقِ وَ غَيْرِهَا  وَ مِنْ شَرِّ السَّيَّارَاتِ وَ الطَّائِرَاتِ وَ اْلبَوَاخِرِ وَ جَمِيْعِ اْلمَرْكُوْبَاتِ وَ أَنْوَاعِهَا وَ مِنَ شَرِّ اْلوَبَاءِ وَ اْلاٰفَاتِ وَ اْلعَاهَاتِ وَ أَشْبَاهِهَا وَ مِنْ شَرِّ الجِْنِّ وَ اْلإِنْسِ وَ الْوُحُوْشِ وَ الطَّاغُوْتِ وَ الشَّيَاطِيْنِ وَ مَكَائِدِهَا وَ مِنْ التَّرَدِّى وَ الْهَدْمِ وَ اْلحَرَقِ وَ اْلغَرَقِ وَ جَمِيْعِ اْلمَصَائِبِ وَ مُخْتَلِفَاتِهَا وَ مِنْ كُلِّ بَلاَءٍ فِى الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَ اْلاٰخِرَةِ بِجَاهِ المُصْطَفَى وَ عَلَى اٰلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ تَسْلِيْمًا

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin khoiril bariyyah, sholatan tusallimuna biha wa tusallimu ahlana, wa awladana, wa aqriba’ana, wa ahbabana, wa mu’allimina, wa muta’allimina, wa ashdiqo’ana, wa jiranana.

Wa tusallimu buyutana, wa masajidana, wa ma’ahidana, wa madarisana, wa mazari’ana, wa makatibana wa jami’i mahallatina wa amwalina.

Min syarriz-zalazili wa harakatiha, wa min syarril amthori, war-riyahi, was-showaiqi wa ghairiha, wa min syarris sayyarati, wat-thoirot wal bawakhiri wa jami’il markubati wa anwa’iha, wa min syarril waba’i, wal aafaatiwal wal ‘ahati wa asybahiha, wamin syarril jinni, wal insi, wal wuhusy, wat thoghut, was-syayathini, wa makaaidiha, wa min syarrit taroddudi, wal hadmi, wal haroqi, wal ghoroqi, wa min jamii’il balaya wal masha’ibi wa mukhtalafatiha, wa min kulli balaain fid-ddin, wad dunya wal akhirah, bijahil Musthofa wa ‘ala aalihi wa shohbihi wasllim taslima.

Artinya:

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sebaik-baik makhluk ciptaan-Mu. Rahmat yang dengan keberkahannya Engkau selamat kami, juga selamatkan keluarga kami, anak-anak kami, kerabat-kerabat kami, orang yang kami cintai, guru-guru kami, murid-murid kami, rekan taulan kami, tetangga kami, Engkau selamatkan (juga) rumah kediaman kami, masjid kami, pondok kami, madrasah kami, ladang kami, pejabat tempat kerja kami, sekalian tempat kami dan segala harta-benda kami, (diselamatkan) dari bahaya gempa bumi dan pergerakannya, (diselamatkan) dari bahaya hujan, angin, petir dan sebagainya, (diselamatkan) dari bahayanya mobil, pesawat, kapal laut dan kendaraan lainnya, (diselamatkan) dari bahaya wabah, bala bencana, malapetaka dan seumpamanya (diselamatkan) dari bahaya jin, manusia, hewan, thoghut, setan dan tipuannya, (selamatkan kami juga dari) bahaya jatuh, binasa, terbakar, tenggelam dan segala musibah dari bala` pada urusan agama, dunia dan akhirat; dengan kedudukan Nabi pilihan. Juga rahmat semoga terlimpahkan pada keluarganya dan para sahabatnya. Dan selamatkanlah mereka dengan keselamatan yang sempurna.

Menyeimbangkan Ikhtiar Lahir dan Batin

Ketika petugas pemadam kebakaran dan relawan berjibaku di garis depan memadamkan api karhutla, masyarakat yang terdampak maupun yang aman dapat mengambil peran lewat jalur langit. Membaca Sholawat Li Daf’il Bala’ secara istiqamah baik setelah sholat fardhu maupun secara berjamaah di masjid menjadi bentuk pengakuan atas kelemahan manusia di hadapan takdir Allah SWT.

Bencana alam bisa jadi teguran atau ujian. Dengan memperbanyak sholawat, umat Muslim mengetuk pintu rahmat Allah agar api yang membakar lahan segera padam, hujan yang membawa berkah segera turun, dan bumi Indonesia kembali dilingkupi kedamaian.

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Kunjungan Wapres Hingga Doa Pengasuh Ponpes Dalwa Untuk Kebaikan Bangsa

Previous article

Di Bawah Terik Mengharap Tetesan Hujan

Next article

Comments

Leave a reply