Bangil, Dalwa Berita- Pascasarjana UII Dalwa menggelar studium generale bertema “Integrasi Pendidikan dan Agama Menuju Peradaban yang Unggul dan Kompetitif” di lantai 9 Mabna Abuya Hasan, Bangil, Ahad (26/4/2026). Acara ini menghadirkan Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Imam Suprayogo.
Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa pascasarjana dan mahasiswa S1 sebagai upaya untuk memperkuat konsep integrasi keilmuan dan pembentukan karakter dalam sistem pendidikan.
Acara diawali dengan pembacaan surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pengantar oleh Direktur Pascasarjana UII Dalwa.
Dalam sambutannya Prof. Zainal Abidin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Imam Suprayogo pada siang hari itu. Beliau dinilai sebagai tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan UIN Maliki Malang.
“Banyak ide beliau yang kami ambil dan kembangkan untuk kemajuan UII Dalwa,“ ujarnya.
Ia juga menekankan urgensi peran bimbingan dalam membentuk generasi muda.
“Anak muda untuk maju tidak lepas dari bimbingan orang tua,” tambah beliau.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi utama, yakni penyampaian materi oleh narasumber Prof. Imam Suprayogo.
Dalam paparannya, Prof. Imam Suprayogo menekankan bahwa esensi pendidikan terletak pada pembentukan akhlak, bukan sekadar penguasaan ilmu pengetahuan. Beliau menyoroti bahwa pendidikan kita kerap terlalu berfokus pada kecerdasan intelektual, namun mengabaikan pembinaan hati.
Ia berbendapat bahwa seluruh pancaindra manusia hanyalah alat yang dikendalikan sebagai alat yang dikontrol oleh hati atau ruh kita, termasuk otak kita. Beliau mengibaratkan jika pancaindra berupa pembantu dan hati adalah pemilik rumah, maka sia-sialah pembantu yang cerdas tersebut jika tidak mampu berperan dalam pengambilan keputusan.
Ketimpangan tersebut, lanjut beliau. berakibat munculnya berbagai masalah di dalam negeri tatkala seseorang memiliki otak yang cerdas namun tidak diimbangi dengan kebersihan hati. Hal tersebut akhirnya berujung pada penyalahgunaan kecerdasan untuk tindakan yang salah.
Menjelang penghujung acara beliau sangat berharap kepada Ponpes Dalwa supaya menjadi penengah diantara huru-hara dan perselisihan yang marak terjadi akhir-akhir ini.
“Dalwa ini posisinya yang menyatukan yang berbeda-beda,” terang beliau.
Dalam kesempatan tersebut, beliau berharap agar ke depannya UII Dalwa dapat menjadi poros dalam aspek pendidikan, sehingga banyak institut pendidikan lain yang akan berkiblat ke Dalwa.
Acara diakhiri dengan doa penutup dan sesi foto bersama. Dafa/red

Comments