Bangil, Dalwa Berita – Sejak mentari pagi mulai menghangatkan langit Bangil, satu per satu mobil pribadi hingga bus memasuki Kawasan Dalwa Jadid. Suara salam, pelukan keluarga, dan langkah kaki para santri mewarnai kawasan pesantren. Sabtu (4/7/2026) menjadi awal perjalanan baru bagi para santri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah dalam mengawali tahun ajaran 1448-1449 H.
Di berbagai sudut Dalwa Jadid, posko-posko penerimaan tampak sibuk melayani kedatangan santri baru. Satu per satu mereka diarahkan untuk mengikuti tahapan penerimaan, mulai dari registrasi hingga pemeriksaan kesehatan. Dengan sigap, panitia memberikan arahan dan pedampingan agar setiap proses berjalan lancar serta membuat para santri measa lebih nyaman saat memasuki lingkungan pesantren.
Pelukan perpisahan dan kecupan di kening dari orang tua seakan menjadi bekal semangat bagi para santri. Di balik momen haru itu, tersimpan harapan agar mereka mampu menjalani kehidupan baru di pesantren sebagai awal perjalanan menuntut ilmu.
Raut Bahagia juga terpancar dari bapak Ulil Abshor, wali santri asal Madura. Untuk kedua kalinya, ia mempercayakan Pendidikan anaknya di Ponpes Dalwa.
“Alhamdulillah senang sekali, kebetulan anak kami disini bukan satu, tapi dua,” ungkapnya.
Perasaan yang sama juga terpancar dari bapak Saiful, orang tua santri dari Yogyakarta. Bersama keluarganya, ia mengantarkan sang putri ke Dalwa dengan harapan dapat menempuh pendidikan dan menimba ilmu di lingkungan pesantren.
“Harapannya ya moga-moga menjadi anak yang sholehah gitu aja, gak banyak nanti [kesannya] terlalu menuntut ke anak, yang penting kewajiban orang tua mondokan anak untuk menyambungkan sanad sama Habib Zein sudah alhamdulillah,” harapnya.
Di balik setiap pelukan perpisahan, tersimpan harapan yang sama dari pada orang tua. Mereka menitipkan putra-putrinya di pondok pesantren dengan doa agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang beilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.
(Dhimas/red)

Comments